MEDIA AN NUUR—Dalam sejarah Islam, pernah terjadi hijrah kaum Muslimin ke Habasyah (Ethiopia) untuk menyelamatkan akidah dari tekanan kaum Quraisy. Namun, hijrah yang paling terkenal adalah hijrah Nabi Muhammad Saw., dan para sahabat ke Madinah, karena menjadi titik awal berdirinya masyarakat Islam yang kuat.
Peristiwa besar hijrah Nabi Muhammad Saw. dari Makkah ke Madinah kemudian dijadikan sebagai awal penanggalan tahun Hijriah pada masa Khalifah Umar bin Khattab, karena hijrah menjadi tonggak penting yang menandai lahirnya masyarakat Islam yang mandiri dan kuat.
Secara bahasa, hijrah berasal dari kata الهِجْرَØ© yang berakar dari kata Ù‡َجَرَ (hajara), yang berarti meninggalkan atau berpindah. Adapun secara istilah syariat, hijrah adalah berpindah dari negeri syirik menuju negeri Islam demi menjaga agama dan menjalankan ajaran Islam dengan lebih baik.
![]() |
| Ustaz Taufiqurrohman mengajak jemaah memaknai hijrah Nabi |
Secara maknawi, hijrah berarti meninggalkan segala sesuatu yang buruk, maksiat, dan tidak diridai Allah menuju kebaikan, ketaatan, serta kehidupan yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Islam. Karena itu, semangat hijrah tidak hanya berpindah tempat, tetapi juga berpindah dari kebiasaan yang salah menuju amal saleh dan akhlak yang mulia.
Pengajian Ahad Pagi, 28 Juni 2026 di GDM Weru (Kalisige, Karakan) bersama Ustaz Taufiqurrohman, S.Kom., M.Pd. (Wakil Ketua PDM Sragen)


