NqpdMaBaMqp7NWxdLWR6LWtbNmMkyCYhADAsx6J=

MASIGNCLEANLITE104

Keteladanan Kaum Muhajirin dan Kaum Anshar bagi Remaja Muslim

MEDIA AN NUUR—Peristiwa hijrah adalah perjalanan Rasulullah dan para sahabat dari Makkah ke Madinah, yang menyimpan banyak pelajaran berharga bagi umat Islam. Pelajaran yang layak dijadikan ibrah dan keteladanan bagi kaum muda.

Dalam peristiwa tersebut terdapat dua golongan mulia yang dipuji Allah dalam Al-Qur'an, yaitu Kaum Muhajirin dan Kaum Anshar. Dari keduanya, remaja Muslim dapat mengambil banyak keteladanan untuk menghadapi tantangan kehidupan saat ini.

Keteladanan Kaum Muhajirin

Kaum Muhajirin adalah para sahabat yang meninggalkan Makkah menuju Madinah demi mempertahankan keimanan mereka. Mereka rela meninggalkan rumah, harta benda, pekerjaan, bahkan keluarga karena lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya daripada dunia.

Kajian irmas
Kajian remaja Sidowayah 

Dari Kaum Muhajirin, remaja Muslim dapat belajar tentang keteguhan iman dan prinsip hidup. Mereka tetap memegang teguh ajaran Islam meskipun menghadapi tekanan, ancaman, dan siksaan. Remaja Muslim juga harus berani mempertahankan kebenaran meskipun terkadang berbeda dengan lingkungan sekitarnya.

Kaum Muhajirin juga mengajarkan pengorbanan demi agama. Mereka rela kehilangan kenyamanan dunia demi meraih rida Allah. Saat ini bentuk pengorbanan itu dapat berupa meluangkan waktu untuk menuntut ilmu agama, menghadiri kajian, menjaga salat berjamaah, dan meninggalkan pergaulan yang buruk.

Selain itu, mereka menunjukkan ketangguhan dan daya juang yang luar biasa. Perjalanan hijrah yang panjang dan berat tidak membuat mereka menyerah. Ini menjadi pelajaran bahwa seorang Muslim tidak boleh mudah mengeluh dan putus asa ketika menghadapi kesulitan dalam belajar, berdakwah, maupun menjalani kehidupan.

Keteladanan Kaum Anshar

Kaum Anshar adalah penduduk Madinah yang menyambut dan membantu kaum Muhajirin. Mereka menjadi contoh terbaik dalam persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama Muslim.

Dari Kaum Anshar, remaja Muslim dapat belajar tentang kepedulian dan semangat menolong sesama. Mereka tidak membiarkan saudara-saudaranya menghadapi kesulitan sendirian, tetapi berusaha membantu dengan apa yang mereka miliki.

Kaum Anshar juga memberikan teladan dalam mendahulukan kepentingan orang lain. Allah memuji mereka karena mengutamakan saudaranya meskipun mereka sendiri juga membutuhkan. Sikap ini mengajarkan pentingnya berbagi dan menjauhi sifat egois.

Selain itu, mereka menunjukkan kuatnya persaudaraan Islam. Meskipun berasal dari suku dan latar belakang yang berbeda, mereka tetap bersatu karena iman. Ini menjadi pelajaran bagi remaja agar menjaga ukhuwah, saling menghormati, dan tidak mudah terpecah oleh perbedaan.

Jika Kaum Muhajirin mengajarkan tentang keimanan, pengorbanan, dan ketangguhan, maka Kaum Anshar mengajarkan tentang kepedulian, kedermawanan, dan persaudaraan. Ketika kedua sifat ini berkumpul dalam diri seorang remaja Muslim, akan lahir generasi yang kuat dalam prinsip sekaligus bermanfaat bagi sesama.

Kajian remaja di Masjid An Nuur Sidowayah pada Ahad, 28 Juni 2026, bakda Salat Isya, pemateri Pak Wakhid Syamsudin.

Share This Article :
Wakhid Syamsudin

Berusaha menjadi orang bermanfaat pada sesama melalui tulisan. Saat ini mengelola blog Media An Nuur (www.media-annuur.com), Bicara Cara (www.bicaracara.my.id), dan blog pribadi (www.syamsa.my.id)

2907636960708278822