MEDIA AN NUUR—Ahad sore, 4 Oktober 2026. Seluruh santri mengikuti kegiatan kelas klasikal bersama Ketua Takmir Masjid An Nuur Sidowayah, Bapak Drs. H. Sutarto, M.S.I., atau yang akrab disapa Pak Tarto. Kegiatan ini dilaksanakan di PAUD IT An Nuur Sidowayah sebagai bentuk penyegaran pembelajaran bagi para santri.
Kegiatan diawali dengan pembukaan pertemuan TPQ di Masjid An Nuur Sidowayah yang dipimpin oleh Mbak Wanda Sima Nadila. Setelah itu, para santri bersama para guru berjalan kaki menuju PAUD IT An Nuur Sidowayah untuk mengikuti sesi klasikal.
Setibanya di lokasi, Pak Tarto menyambut para santri dengan penuh keceriaan. Beliau mengajak santri berinteraksi melalui berbagai pertanyaan ringan dan motivasi belajar. Beliau menekankan pentingnya tiga kemampuan dasar yang harus dimiliki setiap santri, yaitu kemampuan membaca, menulis, dan menghafal.
![]() |
| Santri TPQ An Nuur Sidowayah ikuti kelas klasikal bersama Pak Tarto |
Untuk mengetahui perkembangan belajar santri, Pak Tarto menanyakan jilid Iqra yang sedang dipelajari masing-masing peserta. Beliau juga menguji kemampuan membaca santri menggunakan alat peraga baca yang telah disiapkan.
Selain memberikan motivasi belajar, Pak Tarto juga mengenalkan seni penulisan kaligrafi kepada para santri. Pengenalan ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap huruf-huruf Al-Qur’an sekaligus mengembangkan kreativitas mereka.
Suasana semakin meriah ketika Pak Tarto memperagakan sulap sederhana menggunakan bola pingpong. Aksi tersebut berhasil mengundang tawa dan kegembiraan para santri, sehingga kegiatan pembelajaran terasa lebih menyenangkan.
Pak Tarto kemudian mengajak para santri menghafal Surah Maryam ayat 30–31. Metode yang digunakan cukup menarik, yaitu membaca ayat secara bersama-sama melalui tulisan di papan tulis, kemudian tulisan tersebut dihapus sedikit demi sedikit untuk menguji daya ingat santri.
Melalui kegiatan kelas klasikal ini, TPQ An Nuur Sidowayah berharap para santri memperoleh suasana belajar yang lebih segar dan menyenangkan. Selain meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan menghafal Al-Qur’an, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat kedekatan antara santri, guru, dan pengelola Masjid An Nuur Sidowayah.


