NqpdMaBaMqp7NWxdLWR6LWtbNmMkyCYhADAsx6J=

MASIGNCLEANLITE104

Badko LPQ Kecamatan Weru Gelar Pembinaan Guru TPQ Se-Desa Karangwuni, Karangtengah, dan Karakan

MEDIA AN NUUR—Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (Badko LPQ) Kecamatan Weru menggelar kegiatan Pembinaan Ustaz-Ustazah TPQ putaran ke-7, yang dilaksanakan secara bergiliran dari desa ke desa.

Pada kesempatan kali ini bertempat di Gedung Serbaguna Desa Karangwuni, pada Ahad pagi, 20 September 2026, dimulai pukul 08.30 WIB, diikuti sekitar 80 peserta yang merupakan ustaz dan ustazah TPQ dari Desa Karangwuni, Karangtengah, dan Karakan.

Kepala Badko LPQ Kecamatan Weru, Bapak Bambang Wahyudi, S.E., berkenan hadir bersama jajaran pengurus harian dan para koordinator desa (kordes) Badko se-Kecamatan Weru.

Pembinaan ini adalah upaya Badko LPQ Kecamatan Weru dalam memberikan semangat dan motivasi kepada para pengajar TPQ agar terus berkomitmen dalam mendidik generasi Qurani. Menjadi ruang bagi para guru untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan dalam mengelola pembelajaran TPQ.

Ustaz Tardi
Ustaz Tardi foto bersama panitia 

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh MC, Bapak Widodo, S.H., dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Acara kemudian dilanjutkan dengan laporan panitia yang disampaikan oleh Bapak Arif Handoko, Kordes Badko LPQ Desa Karakan.

Panitia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama sehingga kegiatan pembinaan dapat terselenggara. Beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti sekitar 80 peserta dari tiga desa yang masing-masing mewakili TPQ di wilayahnya.

Selanjutnya, Kepala Badko LPQ Kecamatan Weru, Bapak Bambang Wahyudi, S.E., menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Beliau mengungkapkan rasa syukur dapat kembali bersama dalam kegiatan pembinaan ustaz-ustazah TPQ.

Menurut beliau, kesempatan untuk berkumpul dalam rangka belajar dan menguatkan perjuangan pendidikan Al-Qur’an merupakan nikmat yang luar biasa, yang harus senantiasa disyukuri.

Pak Bambang juga menyampaikan apresiasi kepada Tim Badko yang selama ini solid dalam mendukung berbagai kegiatan. Terima kasih juga disampaikan kepada panitia dari tiga desa yang tergabung dalam pelaksanaan pembinaan putaran ke-7 ini.

Banyaknya peserta yang hadir, mulai dari usia muda hingga yang telah sepuh, menjadi gambaran bahwa pendidikan Al-Qur’an di tingkat TPQ masih memiliki semangat yang kuat. Kondisi tersebut membuatnya optimis bahwa keberadaan TPQ akan terus maju dan terawat melalui perjuangan bersama.

“TPQ meskipun merupakan lembaga nonformal, banyak tokoh sukses yang lahir dari TPQ. Jangan berkecil hati. Bisa jadi anak-anak yang kita didik di TPQ kelak menjadi tunas yang kita tanam,” ungkap beliau.

Lebih lanjut, Ketua Badko menegaskan pentingnya pembinaan bagi para guru TPQ. TPQ akan terus berjalan apabila para gurunya dibekali dengan metode mengajar yang menyenangkan dan sesuai dengan karakter anak. Karena itu, guru TPQ perlu terus belajar tentang cara mendidik dan mengajar santri.

Beliau juga mengapresiasi semangat para guru TPQ yang tetap hadir dan mengajar dalam berbagai kondisi. Menurut beliau, metode pengajaran memang penting, tetapi guru memiliki kedudukan yang lebih penting daripada metode. Bahkan, yang lebih utama lagi adalah ruh seorang guru.

“Metode pengajaran itu penting, tetapi guru lebih penting daripada metode itu sendiri. Dan yang paling penting adalah ruh seorang guru, lebih penting daripada guru itu sendiri,” tutur Kepala Badko.

Beliau mengingatkan agar para guru terus belajar dan memperkaya ilmu. Seseorang yang tidak memiliki sesuatu tidak akan dapat memberikan sesuatu tersebut kepada orang lain. Demikian pula seorang guru, untuk dapat memberikan ilmu kepada santri, terlebih dahulu harus memiliki ilmu.

Ustaz-ustazah TPQ merupakan bagian dari perjuangan menjaga Al-Qur’an. Allah Swt. yang menurunkan Al-Qur’an dan Dia pula yang akan menjaganya, salah satunya melalui hadirnya para guru TPQ yang terus mengajarkan Al-Qur’an kepada generasi penerus.

Badko LPQ
Foto bersama peserta pelatihan 

Kegiatan dilanjutkan dengan materi inti yang disampaikan oleh Ustaz Tardi, S.Ag., Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Weru. Materi pembinaan mengangkat tema “Mendidik Santri dengan Ceria: Bermain, Bercerita, dan Menyanyi (BCM)”.

Melalui kegiatan pembinaan putaran ke-7 ini, Badko LPQ Kecamatan Weru terus mendorong para ustaz dan ustazah untuk menjaga semangat mengajar, meningkatkan kapasitas diri, serta menghadirkan pembelajaran Al-Qur’an yang semakin baik bagi para santri.

Share This Article :
Wakhid Syamsudin

Berusaha menjadi orang bermanfaat pada sesama melalui tulisan. Saat ini mengelola blog Media An Nuur (www.media-annuur.com), Bicara Cara (www.bicaracara.my.id), dan blog pribadi (www.syamsa.my.id)

2907636960708278822