MEDIA AN NUUR—Hak Allah yang paling utama atas setiap manusia adalah mentauhidkan-Nya dan beribadah hanya kepada-Nya tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya, sehingga setiap muslim berkewajiban melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
![]() |
| Ustaz M. Saifudin menyampaikan tentang hak Allah dan hak hamba dalam Islam |
Bentuk pelaksanaan hak Allah antara lain dengan mendirikan salat, menunaikan puasa, membayar zakat, menunaikan haji bagi yang mampu, serta menjalankan berbagai bentuk ketaatan lainnya.
ØَÙ‚ُّ اللَّÙ‡ِ عَÙ„َÙ‰ الْعِبَادِ Ø£َÙ†ْ ÙŠَعْبُدُوهُ ÙˆَÙ„َا ÙŠُØ´ْرِÙƒُوا بِÙ‡ِ Ø´َÙŠْئًا، ÙˆَØَÙ‚ُّ الْعِبَادِ عَÙ„َÙ‰ اللَّÙ‡ِ Ø£َÙ„َّا ÙŠُعَذِّبَ Ù…َÙ†ْ Ù„َا ÙŠُØ´ْرِÙƒُ بِÙ‡ِ Ø´َÙŠْئًا
“Hak Allah atas hamba-hamba-Nya adalah mereka beribadah kepada-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan hak hamba atas Allah adalah Dia tidak akan mengazab orang yang tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam melaksanakan ibadah, seorang muslim harus memiliki sikap ikhlas. Ikhlas berarti memurnikan niat dan tujuan ibadah semata-mata untuk mengharap rida Allah Swt. Keikhlasan menjadikan ibadah bernilai di sisi Allah dan membedakan antara amal yang diterima dengan amal yang tertolak.
Orang yang ikhlas akan tetap beribadah dengan sungguh-sungguh meskipun tidak ada orang yang melihatnya. Tidak mengharapkan pujian atau sanjungan dari manusia, melainkan hanya mengharap pahala dan rida Allah Swt. Semua harus disertai niat yang tulus dan ikhlas agar ibadah tersebut diterima di sisi-Nya.
Allah juga memberi hak pada hamba-Nya yang beriman dan bertauhid, yang merupakan janji dan karunia. Dengan rahmat dan kemurahan-Nya, Allah menjanjikan keselamatan dari azab bagi orang-orang yang tidak menyekutukan-Nya.
Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya menjaga kemurnian tauhid, menjauhi segala bentuk syirik, dan senantiasa beribadah kepada Allah dengan ikhlas agar memperoleh rahmat, ampunan, dan keselamatan yang telah dijanjikan-Nya.
Kita harus menjaga kemurnian tauhid serta menjauhi segala bentuk kesyirikan. Jangan sampai kita mengikuti bisikan dan tipu daya setan yang selalu berusaha menyesatkan manusia dari jalan Allah. Bersekutu dengan setan hanya akan menimbulkan kerugian, baik di dunia maupun di akhirat.
Oleh karena itu, marilah kita senantiasa berpegang teguh pada ajaran Islam, beribadah dengan ikhlas, dan memohon perlindungan kepada Allah agar tetap istikamah di jalan yang benar hingga akhir hayat.
Kemudian ada hak manusia atas manusia, yakni hak yang dimiliki setiap orang dan wajib dihormati serta ditunaikan oleh sesama manusia. Islam mengajarkan agar setiap muslim menjaga hubungan yang baik dengan orang lain, tidak berbuat zalim, serta memberikan hak kepada yang berhak menerimanya.
Menunaikan hak sesama manusia menciptakan kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dan penuh keberkahan. Sebaliknya, mengabaikan hak orang lain dapat menimbulkan perselisihan, permusuhan, dan kerugian bagi banyak pihak.
Pengajian Ahad Pagi, 20 September 2026, di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kalisige, Weru. Pemateri: Ustaz H. M. Saifudin, Lc., M.Ag., Mudir Ponpes Modern Muhammadiyah Sangen.


