NqpdMaBaMqp7NWxdLWR6LWtbNmMkyCYhADAsx6J=

MASIGNCLEANLITE104

Adab kepada Al-Qur’an

MEDIA AN NUUR—Al-Qur’an adalah kalam Allah Swt. yang menjadi petunjuk hidup bagi umat manusia. Seorang muslim yang membaca Al-Qur’an hendaknya tidak sekadar melafalkan ayat-ayatnya, tetapi juga berusaha tunduk dan patuh terhadap ajaran yang terkandung di dalamnya.

Orang yang berinteraksi dengan Al-Qur’an akan terdorong untuk melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Ayat-ayat yang dibaca akan menancap dalam hati dan membentuk kepribadian yang lebih baik.

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Takmir Masjid An Nuur Sidowayah
Ustaz Sutarto menjelaskan tentang adab kepada Al-Qur’an 

Hadis ini menunjukkan kemuliaan orang yang senantiasa dekat dengan Al-Qur’an, baik dengan mempelajarinya maupun mengajarkannya kepada orang lain. Marilah kita mencintai Al-Qur’an dengan membiasakan diri berinteraksi dengannya setiap hari.

Bentuk kecintaan kepada Al-Qur’an tidak hanya dengan membaca dan menghafalnya, tetapi juga dengan mempelajari kandungannya, mengamalkannya, serta menyukai hal-hal yang berkaitan dengannya, seperti menulis kaligrafi ayat-ayat Al-Qur’an.

Adab kepada Al-Qur’an

  1. Membekali diri dengan ilmu tajwid, sehingga dapat membaca Al-Qur’an dengan benar sesuai kaidah yang diajarkan Rasulullah saw.
  2. Tidak berlebih-lebihan dalam melafalkan bacaan. Jika bacaan termasuk mad thabi‘i, maka dipanjangkan dua harakat sebagaimana mestinya, tidak ditambah-tambah. Jika tidak terdapat tasydid atau hukum ghunnah, maka tidak perlu didengungkan.
  3. Menghormati orang yang sedang membaca Al-Qur’an, tidak mengganggu, tidak membuat kegaduhan, dan menjaga suasana yang mendukung kekhusyukan.
  4. Menghadirkan hati ketika membaca Al-Qur’an, sehingga bacaan tidak hanya keluar dari lisan, tetapi juga menyentuh hati.
  5. Bertadabur, yaitu memikirkan makna ayat-ayat yang dibaca agar dapat mengambil pelajaran darinya.
  6. Bertafakur, yaitu merenungkan kandungan ayat-ayat Allah dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.
  7. Merasa takut kepada Allah ketika membaca ayat-ayat yang berisi ancaman, azab, dan peringatan bagi orang-orang yang durhaka.
  8. Termotivasi untuk beramal saleh ketika membaca ayat-ayat yang berisi kabar gembira, pahala, dan kenikmatan surga.
  9. Mendengarkan dengan saksama ketika Al-Qur’an dibacakan, serta memfungsikan segenap indera untuk memperhatikan dan mengambil manfaat darinya.
  10. Merasakan kelemahan diri di hadapan ayat-ayat Allah, sehingga tumbuh sikap tawaduk, rendah hati, dan kebutuhan yang besar kepada petunjuk-Nya.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang mencintai Al-Qur’an, gemar membacanya, memahami kandungannya, serta mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kajian malam Selasa di Masjid An Nuur Sidowayah, Senin, 21 September 2026. Pemateri Ustaz Drs. H. Sutarto, M.S.I., Kepala Takmir Masjid An Nuur Sidowayah 

Share This Article :
Wakhid Syamsudin

Berusaha menjadi orang bermanfaat pada sesama melalui tulisan. Saat ini mengelola blog Media An Nuur (www.media-annuur.com), Bicara Cara (www.bicaracara.my.id), dan blog pribadi (www.syamsa.my.id)

2907636960708278822