MEDIA AN NUUR—Al-Qur’an adalah kalam Allah Swt. yang menjadi petunjuk hidup bagi umat manusia. Seorang muslim yang membaca Al-Qur’an hendaknya tidak sekadar melafalkan ayat-ayatnya, tetapi juga berusaha tunduk dan patuh terhadap ajaran yang terkandung di dalamnya.
Orang yang berinteraksi dengan Al-Qur’an akan terdorong untuk melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Ayat-ayat yang dibaca akan menancap dalam hati dan membentuk kepribadian yang lebih baik.
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
![]() |
| Ustaz Sutarto menjelaskan tentang adab kepada Al-Qur’an |
Hadis ini menunjukkan kemuliaan orang yang senantiasa dekat dengan Al-Qur’an, baik dengan mempelajarinya maupun mengajarkannya kepada orang lain. Marilah kita mencintai Al-Qur’an dengan membiasakan diri berinteraksi dengannya setiap hari.
Bentuk kecintaan kepada Al-Qur’an tidak hanya dengan membaca dan menghafalnya, tetapi juga dengan mempelajari kandungannya, mengamalkannya, serta menyukai hal-hal yang berkaitan dengannya, seperti menulis kaligrafi ayat-ayat Al-Qur’an.
Adab kepada Al-Qur’an
- Membekali diri dengan ilmu tajwid, sehingga dapat membaca Al-Qur’an dengan benar sesuai kaidah yang diajarkan Rasulullah saw.
- Tidak berlebih-lebihan dalam melafalkan bacaan. Jika bacaan termasuk mad thabi‘i, maka dipanjangkan dua harakat sebagaimana mestinya, tidak ditambah-tambah. Jika tidak terdapat tasydid atau hukum ghunnah, maka tidak perlu didengungkan.
- Menghormati orang yang sedang membaca Al-Qur’an, tidak mengganggu, tidak membuat kegaduhan, dan menjaga suasana yang mendukung kekhusyukan.
- Menghadirkan hati ketika membaca Al-Qur’an, sehingga bacaan tidak hanya keluar dari lisan, tetapi juga menyentuh hati.
- Bertadabur, yaitu memikirkan makna ayat-ayat yang dibaca agar dapat mengambil pelajaran darinya.
- Bertafakur, yaitu merenungkan kandungan ayat-ayat Allah dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.
- Merasa takut kepada Allah ketika membaca ayat-ayat yang berisi ancaman, azab, dan peringatan bagi orang-orang yang durhaka.
- Termotivasi untuk beramal saleh ketika membaca ayat-ayat yang berisi kabar gembira, pahala, dan kenikmatan surga.
- Mendengarkan dengan saksama ketika Al-Qur’an dibacakan, serta memfungsikan segenap indera untuk memperhatikan dan mengambil manfaat darinya.
- Merasakan kelemahan diri di hadapan ayat-ayat Allah, sehingga tumbuh sikap tawaduk, rendah hati, dan kebutuhan yang besar kepada petunjuk-Nya.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang mencintai Al-Qur’an, gemar membacanya, memahami kandungannya, serta mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kajian malam Selasa di Masjid An Nuur Sidowayah, Senin, 21 September 2026. Pemateri Ustaz Drs. H. Sutarto, M.S.I., Kepala Takmir Masjid An Nuur Sidowayah


