NqpdMaBaMqp7NWxdLWR6LWtbNmMkyCYhADAsx6J=

MASIGNCLEANLITE104

Memurnikan Tauhid

MEDIA AN NUUR—Setiap orang yang mengikrarkan dua kalimat syahadat dengan keyakinan yang benar berarti bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

Ikrar tersebut bukan sekadar ucapan lisan, tetapi harus diyakini dalam hati dan diwujudkan dalam kehidupan dengan menaati perintah Allah dan mengikuti tuntunan Rasulullah saw. Ia akan meninggalkan sesembahan selain Allah.

Orang kafir yang menyembah berhala, dewa, atau sesembahan lainnya merupakan bentuk penyembahan kepada selain Allah. Dalam ajaran Islam, hanya Allah yang berhak disembah, sehingga segala bentuk ibadah yang ditujukan kepada selain Allah termasuk perbuatan syirik dan bertentangan dengan tauhid.

Ustaz Fauzan
Ustaz Fauzan mengingatkan bahwa tauhid membawa konsekuensi bagi muslim 

Salah satu contoh keyakinan yang bertentangan dengan tauhid adalah meyakini bahwa Dewi Sri memiliki kekuatan untuk menyuburkan tanaman padi atau memberikan hasil panen. Dalam Islam, kesuburan tanaman, pertumbuhan padi, dan segala bentuk rezeki pada hakikatnya berada di bawah kehendak dan kuasa Allah.

Seorang muslim hendaknya meyakini bahwa hanya Allah yang mengatur dan memberikan manfaat, sementara sebab-sebab seperti tanah, air, pupuk, dan perawatan hanyalah sarana yang Allah ciptakan.

Konsekuensi tauhid adalah tidak menduakan Allah, baik dalam hati, ucapan, maupun tindakan. Seorang muslim harus meyakini bahwa hanya Allah yang memiliki kekuasaan untuk memberikan manfaat, menolak bahaya, dan memberikan keselamatan.

Karena itu, termasuk perkara yang harus dihindari adalah menggunakan jimat dalam bentuk apa pun apabila diyakini memiliki kekuatan untuk mendatangkan manfaat, menolak bahaya, atau memberikan keselamatan, karena keyakinan tersebut bertentangan dengan kemurnian tauhid.

من كان آخر كلامه لا إله إلا الله دخل الجنة

Barang siapa yang akhir perkataannya adalah La ilaha illallah, maka ia masuk surga.” (HR. Abu Dawud)

Seorang muslim hendaknya menjaga keimanannya sampai akhir hayat dan berusaha agar ucapan terakhirnya adalah kalimat tauhid. Hadis ini juga menjadi dorongan untuk senantiasa mentauhidkan Allah, menjauhi kesyirikan, dan hidup dalam ketaatan kepada-Nya.

Imam Al-Qurtubi menjelaskan bahwa tidak cukup bagi seseorang hanya melafalkan kalimat syahadat dengan lisannya, tetapi syahadat harus disertai keyakinan yang benar dalam hati. Ikrar La ilaha illallah harus diyakini bahwa hanya Allah yang berhak disembah, kemudian diwujudkan dalam sikap dan amal kehidupan.

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ

Maka ketahuilah bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan mohonlah ampunan atas dosamu dan atas dosa orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.” (QS. Muhammad: 19)

وَلَا يَمْلِكُ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ الشَّفَاعَةَ إِلَّا مَنْ شَهِدَ بِالْحَقِّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Dan orang-orang yang mereka seru selain Allah tidak mempunyai syafaat, kecuali orang yang mengakui yang hak dan mereka mengetahui.” (QS. Az-Zukhruf: 86)

Syafaat hanya terjadi dengan izin Allah dan bagi orang yang bersaksi dengan benar tentang tauhid serta mengetahuinya dengan keyakinan. Karena itu, seorang muslim hendaknya hanya beribadah dan memohon kepada Allah serta menjaga kemurnian tauhidnya.

Syahadat juga mengharuskan kita meyakini bahwa Rasulullah saw. adalah utusan Allah dan menempatkan beliau sebagaimana kedudukannya yang benar. Tidak boleh menjadikan beliau sebagai sesembahan.

Dalam memuliakan Rasulullah saw., kita tidak boleh berlebihan hingga memberikan kepada beliau sifat atau kekuasaan yang merupakan hak Allah. Termasuk tidak meyakini bahwa dunia ini tercipta atau memperoleh keberkahan karena nur Muhammad.

Keyakinan itu tidak memiliki dasar yang kuat dalam Al-Quran dan hadis sahih. Rasulullah saw. adalah hamba dan utusan Allah yang mulia, sedangkan segala penciptaan, keberkahan, dan kekuasaan pada hakikatnya berasal dari Allah.

Kajian Subuh “Jumat Berkah” di Masjid An Nuur Sidowayah pada Jumat, 18 September 2026, dengan pemateri Ustaz Fauzan Abu Darda (pengajar di Ma'had Ittibaussunnah Tawang Weru)

Share This Article :
Wakhid Syamsudin

Berusaha menjadi orang bermanfaat pada sesama melalui tulisan. Saat ini mengelola blog Media An Nuur (www.media-annuur.com), Bicara Cara (www.bicaracara.my.id), dan blog pribadi (www.syamsa.my.id)

2907636960708278822