NqpdMaBaMqp7NWxdLWR6LWtbNmMkyCYhADAsx6J=

MASIGNCLEANLITE104

Jebakan Menyesali Masa Lalu dan Khawatir Masa Depan

MEDIA AN NUUR—Dalam menjalani kehidupan, manusia sering kali terjebak antara dua hal: menyesali masa lalu dan mengkhawatirkan masa depan. Kesedihan terhadap peristiwa yang telah berlalu dapat menguras energi dan semangat.

Sementara ketakutan terhadap sesuatu yang belum terjadi dapat menimbulkan kegelisahan yang berkepanjangan. Islam mengajarkan agar seorang mukmin tidak larut dalam kedua keadaan tersebut.

Salah satu cara mengatasi kesedihan dan kecemasan adalah dengan memusatkan perhatian pada kewajiban yang ada di hadapan kita saat ini.

Tausiah
Tausiah Ustaz Fauzan

Ketika seseorang menyibukkan dirinya dengan amal saleh, pekerjaan yang bermanfaat, belajar, berdakwah, membantu sesama, dan pikirannya tidak akan memiliki banyak ruang untuk terus-menerus memikirkan masa lalu atau membayangkan berbagai kemungkinan buruk di masa depan.

Kesibukan yang terarah bukan hanya membuat waktu lebih produktif, tetapi juga menjadi sarana menjaga kesehatan hati dan pikiran. Oleh karena itu, para ulama menasihatkan agar seorang muslim fokus pada tugas hari ini, karena di situlah letak ketenangan dan keberkahan waktu.

Rasulullah Saw., mengajarkan doa untuk berlindung kepada Allah dari kesedihan dan kegelisahan, karena keduanya dapat menghalangi seseorang dari menjalankan tugas dan ibadah dengan baik.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir, serta aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan manusia.” (HR. Bukhari).

Karena itu, seorang muslim hendaknya berusaha menjalani setiap hari dengan sebaik-baiknya. Fokuslah pada apa yang dapat dilakukan hari ini, sempurnakan ikhtiar, lalu serahkan hasilnya kepada Allah Swt.

Masa lalu dapat menjadi pelajaran, bukan penyesalan yang berkepanjangan. Masa depan dapat menjadi tujuan, bukan sumber ketakutan yang melemahkan. Dengan demikian, hati akan lebih tenang, pikiran lebih jernih, dan langkah kehidupan menjadi lebih mantap dalam naungan tawakal kepada Allah Swt.

Dunia hanya memiliki tiga waktu: kemarin, hari ini, dan besok. Kemarin adalah masa yang telah berlalu. Kita tidak dapat mengubahnya, tidak mampu mengulangnya, dan tidak bisa kembali ke sana. Yang dapat kita lakukan hanyalah mengambil pelajaran darinya.

Hari ini adalah waktu yang benar-benar berada dalam genggaman kita. Kesempatan untuk beribadah, bekerja, belajar, berdakwah, dan berbuat baik hanya ada pada saat ini. Karena itu, seorang muslim hendaknya memusatkan perhatian pada kewajiban hari ini.

Kesedihan atas masa lalu dan kecemasan terhadap masa depan sering kali membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan waktu yang sedang dimilikinya. Padahal, amal yang dilakukan hari ini akan menentukan keadaan kita di masa mendatang.

Adapun besok adalah rahasia Allah Swt. Tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang akan terjadi esok hari, sebagaimana firman Allah:

وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا

Dan tidak seorang pun yang dapat mengetahui apa yang akan dikerjakannya besok.” (QS. Luqman: 34)

Maka sikap terbaik adalah memanfaatkan hari ini dengan sebaik-baiknya, mengambil hikmah dari kemarin, dan menyerahkan urusan besok kepada Allah dengan penuh tawakal. Barang siapa hidup bersama hari ini, belajar dari kemarin, dan bertawakal untuk hari esok, niscaya hatinya akan lebih tenang dan kehidupannya lebih terarah.

Pengajian warga Sidowayah RT 01 RW 06 pada Kamis malam, 6 Agustus 2026, di rumah Bapak Hartono–Ibu Suminem, pemateri Ustaz Fauzan Abu Darda (pengajar di Ma'had Ittibaussunnah Tawang Weru)

Share This Article :
Wakhid Syamsudin

Berusaha menjadi orang bermanfaat pada sesama melalui tulisan. Saat ini mengelola blog Media An Nuur (www.media-annuur.com), Bicara Cara (www.bicaracara.my.id), dan blog pribadi (www.syamsa.my.id)

2907636960708278822