NqpdMaBaMqp7NWxdLWR6LWtbNmMkyCYhADAsx6J=

MASIGNCLEANLITE104

Penyakit Cinta Dunia

MEDIA AN NUUR–Suatu hari Rasulullah Saw., menyampaikan sebuah peringatan kepada para sahabat tentang keadaan umat Islam di masa yang akan datang. Beliau menjelaskan bahwa akan tiba suatu masa ketika berbagai bangsa dan kelompok akan beramai-ramai menguasai dan memperebutkan umat Islam sebagaimana orang-orang yang berkumpul mengerumuni hidangan makanan.

Mendengar hal itu, para sahabat merasa heran dan bertanya apakah keadaan tersebut terjadi karena jumlah umat Islam sedikit. Rasulullah Saw., menjawab bahwa jumlah umat Islam pada masa itu justru sangat banyak. Namun, banyaknya jumlah tersebut tidak diiringi dengan kekuatan dan kewibawaan, sehingga mereka diibaratkan seperti buih di tengah lautan.

Buih yang mengapung di atas arus air itu banyak terlihat, tetapi ringan, mudah terombang-ambing, dan tidak memiliki pengaruh. Beliau kemudian menjelaskan bahwa penyebab kelemahan itu adalah munculnya wahn dalam hati umat, yaitu cinta yang berlebihan kepada dunia dan rasa takut menghadapi kematian.

Ust. Muhammad Ilham
Ustaz Ilham mengingatkan bahayanya cinta dunia

Para ulama menggambarkan kehidupan dunia seperti sebuah jembatan yang menghubungkan manusia menuju tujuan akhirnya, yaitu kehidupan akhirat. Seorang musafir yang memahami tujuan perjalanannya tentu hanya akan melintasi jembatan tersebut secukupnya untuk sampai ke tempat yang dituju.

Namun, ada orang yang justru sibuk mendirikan rumah megah di atas jembatan itu, seolah-olah akan tinggal selamanya. Padahal jembatan bukanlah tempat menetap. Fondasi yang dibangun di atasnya tidak kokoh dan sewaktu-waktu dapat runtuh. Demikian pula dunia.

Ketika seseorang menjadikannya sebagai tujuan utama hidup dan menggantungkan seluruh harapannya kepadanya, ia sedang membangun sesuatu yang rapuh. Sebaliknya, orang yang menjadikan dunia sebagai sarana untuk beribadah dan mempersiapkan bekal akhirat akan melintasinya dengan bijaksana hingga mencapai tujuan yang kekal.

Cinta dunia yang berlebihan dapat menumbuhkan sifat tamak dalam diri seseorang. Ketika hati terlalu terpaut pada harta, jabatan, dan kenikmatan duniawi, rasa cukup akan semakin sulit dirasakan. Akibatnya, seseorang terus mengejar keuntungan tanpa memedulikan batas halal dan haram.

Tidak sedikit pejabat yang sebenarnya telah memperoleh gaji dan fasilitas yang memadai, tetapi karena ketamakan yang menguasai hati, mereka masih melakukan korupsi demi menumpuk kekayaan. Fenomena ini menunjukkan bahwa masalah utamanya bukan terletak pada besarnya penghasilan, melainkan tidak terkendalinya kecintaan terhadap dunia.

Marilah kita bertobat kepada Allah dari penyakit wahn yang melemahkan iman, mengikis keberanian dalam membela kebenaran, serta membuat seseorang lebih mengutamakan kepentingan dunia daripada rida Allah, dengan tobat yang benar.

Tobat yang dimulai dengan mengakui kesalahan dan dosa yang telah dilakukan, menyesali perbuatan tersebut dengan sungguh-sungguh, segera berhenti darinya, serta bertekad kuat untuk tidak mengulanginya lagi di masa mendatang. Semoga Allah membersihkan hati kita dari kecintaam yang berlebihan kepada dunia.

Kajian bakda Subuh “Jumat Berkah” di Masjid An Nuur Sidowayah pada Jumat, 31 Juli 2026, bersama Ustaz Muhammad Ilham, S.Ag, M.Pd. (Mudir PPTQ Muhammadiyah Atmo Wahjono Kalisige Weru)

Share This Article :
Wakhid Syamsudin

Berusaha menjadi orang bermanfaat pada sesama melalui tulisan. Saat ini mengelola blog Media An Nuur (www.media-annuur.com), Bicara Cara (www.bicaracara.my.id), dan blog pribadi (www.syamsa.my.id)

2907636960708278822