NqpdMaBaMqp7NWxdLWR6LWtbNmMkyCYhADAsx6J=

MASIGNCLEANLITE104

Berpikir Jauh ke Depan dengan Al-Qur’an

MEDIA AN NUUR—Para ustaz dan pendidik sering mengajak santri untuk memandang masa depan dengan pandangan yang luas dan jiwa yang besar. Seorang santri tidak boleh hanya memikirkan kebutuhan hari ini, tetapi juga harus memikirkan nasibnya di akhirat.

Orang yang berjiwa besar adalah orang yang memiliki cita-cita tertinggi, yaitu meraih rida Allah, selamat dari neraka, dan masuk ke dalam surga. Al-Qur’an sendiri mendidik kita untuk berpikir jauh ke depan. 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18)

Ustaz Asrizal Mustofa
Ustaz Asrizal Mustofa ajak berpikir dan berjiwa besar bersama Al-Qur’an

Di antara gambaran masa depan yang Allah dan Rasul-Nya tunjukkan kepada kita adalah kemuliaan orang yang hidup bersama Al-Qur’an.

اقْرَؤُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

Bacalah Al-Qur'an, karena sesungguhnya Al-Qur'an akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.” (HR. Muslim)

Ini adalah motivasi yang luar biasa. Setiap huruf yang dibaca, setiap ayat yang dihafal, setiap hukum yang diamalkan, bukanlah amalan yang sia-sia. Semuanya sedang dipersiapkan untuk masa depan yang hakiki.

Kelak pada hari ketika manusia sangat membutuhkan pertolongan, Al-Qur'an akan datang memberikan syafaat bagi orang yang beriman dan berpegang teguh kepadanya.

Maka mari besarkan cita-cita dengan Al-Qur’an. Jadikan Al-Qur’an sebagai sahabat dalam hidup, agar kelak ia menjadi penolong di hari yang tidak bermanfaat harta dan anak-anak, kecuali bagi orang yang datang menghadap Allah dengan hati yang selamat.

Keyakinan terhadap Al-Qur’an tumbuh dengan mengenalinya sebagai mukjizat Allah yang terjaga keasliannya. Di antara buktinya, Al-Qur’an dihafal oleh jutaan manusia dari berbagai bangsa meskipun bukan penutur bahasa Arab.

Setelah mengenal Al-Qur’an sebagai kalam Allah dan meyakini kemukjizatannya, langkah berikutnya adalah membiasakan diri berinteraksi dengannya: membacanya, mendengarkannya, menghafalkannya, memahami maknanya, mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, dan mendakwahkannya.

Maka, kenalilah Al-Qur’an, dekatilah dengan membacanya, dengarkan lantunannya, hafalkan ayat-ayatnya, pahami petunjuknya, dan amalkan isinya. Semoga Al-Qur’an menjadi cahaya dalam kehidupan, penuntun di dunia, serta pemberi syafaat bagi kita pada hari kiamat.

Kajian Ahad Pagi, 9 Agustus 2026 di Masjid Al Hidayah Sangen bersama Ustaz Asrizal Mustofa, Lc., M.A., Dosen Prodi Ilmu Al-Qur'an & Tafsir UMS

Share This Article :
Wakhid Syamsudin

Berusaha menjadi orang bermanfaat pada sesama melalui tulisan. Saat ini mengelola blog Media An Nuur (www.media-annuur.com), Bicara Cara (www.bicaracara.my.id), dan blog pribadi (www.syamsa.my.id)

2907636960708278822