NqpdMaBaMqp7NWxdLWR6LWtbNmMkyCYhADAsx6J=

MASIGNCLEANLITE104

Amalan Wajib dan Menyempurnakan Sunah Bentuk Kecintaan pada Allah

MEDIA AN NUUR—Pada suatu perjalanan, Rasulullah Saw. membonceng sahabat Mu'adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu di atas kendaraan. Di tengah perjalanan itu, Rasulullah Saw. mengajukan sebuah pertanyaan yang sangat penting.

Wahai Mu'adz, tahukah engkau apa hak Allah atas para hamba-Nya dan apa hak para hamba atas Allah?” Mu'adz menjawab dengan penuh adab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.”

Kemudian Rasulullah Saw. bersabda, “Hak Allah atas para hamba adalah mereka beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Adapun hak para hamba atas Allah adalah Allah tidak akan mengazab orang yang tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hak Allah yang paling utama atas diri kita bukanlah banyaknya harta yang kita miliki, bukan pula tingginya kedudukan yang kita capai. Hak Allah yang paling utama adalah agar kita beribadah hanya kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun.

Ustaz Fauzan
Ustaz Fauzan mengingatkan bahwa kecintaan pada Allah hendaklah ditunjukkan dengan ibadah

Dari sinilah seluruh amal saleh bermula. Salat, puasa, zakat, sedekah, dakwah, dan berbagai kebaikan lainnya hanya akan bernilai di sisi Allah apabila dibangun di atas fondasi tauhid yang benar.

Namun Rasulullah Saw. bersabda, “Jangan engkau beritahukan kepada mereka, karena nanti mereka akan bersandar (pada itu saja).” Maksudnya, beliau khawatir apabila sebagian orang hanya berpegang pada harapan akan rahmat Allah tanpa bersungguh-sungguh dalam beramal saleh.

Padahal tauhid yang benar harus diwujudkan dengan ketaatan, ibadah, dan menjauhi kemaksiatan. Memadukan antara rasa berharap kepada rahmat Allah (raja') dan rasa takut akan azab-Nya (khauf), sehingga ia tetap bersemangat beramal sambil mengharapkan keselamatan dan ampunan dari Allah Swt.

وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ

Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya.” (HR. Bukhari)

Kecintaan kepada Allah Swt., diwujudkan melalui ketaatan. Bentuk pendekatan diri yang paling dicintai Allah adalah menunaikan kewajiban-kewajiban yang telah diperintahkan-Nya. Setelah itu, seorang hamba menyempurnakan kecintaannya dengan amalan-amalan sunnah hingga meraih cinta Allah.

Gerakan Salat Subuh Berjemaah “Jumat Berkah” di Masjid An Nuur Sidowayah pada Jumat, 14 Agustus 2026, dengan pemateri Ustaz Fauzan Abu Darda (pengajar di Ma'had Ittibaussunnah Tawang Weru)

Share This Article :
Wakhid Syamsudin

Berusaha menjadi orang bermanfaat pada sesama melalui tulisan. Saat ini mengelola blog Media An Nuur (www.media-annuur.com), Bicara Cara (www.bicaracara.my.id), dan blog pribadi (www.syamsa.my.id)

2907636960708278822