MEDIA AN NUUR—Remaja adalah masa yang penuh semangat, cita-cita, dan berbagai pilihan hidup. Di usia ini, seseorang mulai menentukan arah masa depannya. Namun, di tengah derasnya arus informasi, media sosial, dan berbagai pengaruh lingkungan, remaja membutuhkan pedoman yang kokoh agar tetap berada di jalan yang benar.
![]() |
| Kajian remaja Sidowayah |
10 Wasiat Allah
Menariknya, Allah Swt. telah memberikan panduan hidup yang sangat lengkap dalam QS. Al-An‘am ayat 151–153. Para ulama menyebut kandungan ayat ini sebagai Al-Washaya Al-'Asyr atau Sepuluh Wasiat Allah. Wasiat-wasiat tersebut merupakan prinsip dasar yang dapat menjadi kompas bagi setiap muslim, termasuk para remaja.
1. Jangan Menyekutukan Allah
Wasiat pertama adalah perintah untuk mentauhidkan Allah dan menjauhi segala bentuk syirik. Inilah fondasi utama kehidupan seorang muslim. Remaja yang memiliki tauhid kuat akan lebih mudah menjaga diri dari pengaruh buruk lingkungan karena ia sadar bahwa hidupnya hanya untuk beribadah kepada Allah.
2. Berbuat Baik kepada Kedua Orang Tua
Setelah perintah bertauhid, Allah langsung memerintahkan berbakti kepada orang tua. Mereka adalah orang yang paling berjasa dalam kehidupan kita. Menghormati, membantu, dan mendoakan orang tua merupakan bentuk ibadah yang mendatangkan keberkahan hidup.
3. Jangan Takut Miskin
Allah melarang membunuh anak karena takut miskin. Pesan ini mengajarkan bahwa rezeki berada di tangan Allah. Bagi remaja, ayat ini menjadi pelajaran agar tidak pesimis menghadapi masa depan. Teruslah belajar, berusaha, dan bertawakal kepada Allah.
4. Jangan Mendekati Perbuatan Keji
Allah tidak hanya melarang perbuatan keji, tetapi juga melarang mendekatinya. Di era digital, perintah ini sangat relevan. Remaja harus menjaga pandangan, pergaulan, serta aktivitas di media sosial agar tidak terjerumus pada hal-hal yang dilarang agama.
5. Jangan Membunuh Jiwa Tanpa Hak
Islam sangat menghargai nyawa manusia. Karena itu, segala bentuk kekerasan, perundungan (bullying), dan tindakan yang merugikan orang lain harus dijauhi. Seorang muslim dituntut untuk menjadi pribadi yang membawa kedamaian bagi sesamanya.
6. Menjaga Amanah dan Hak Orang Lain
Allah melarang mendekati harta anak yatim kecuali dengan cara yang baik. Wasiat ini mengajarkan pentingnya amanah dan tanggung jawab. Remaja hendaknya belajar menjaga kepercayaan, menghormati hak orang lain, dan menjauhi segala bentuk kecurangan.
7. Berlaku Jujur dan Adil
Allah memerintahkan menyempurnakan takaran dan timbangan dengan adil. Dalam kehidupan pelajar, kejujuran dapat diwujudkan dengan tidak mencontek, tidak memalsukan tugas, dan tidak mengambil hak orang lain.
8. Berkata Benar Walaupun Berat
Kebenaran harus ditegakkan meskipun menyangkut teman dekat atau keluarga sendiri. Kejujuran kadang terasa berat, tetapi itulah sikap yang dicintai Allah. Remaja muslim harus berani berkata benar dan tidak membela kesalahan.
9. Menepati Janji kepada Allah
Janji kepada Allah mencakup seluruh kewajiban yang telah diperintahkan-Nya. Salat tepat waktu, membaca Al-Qur'an, berbakti kepada orang tua, dan menjaga akhlak merupakan bentuk menunaikan janji tersebut.
10. Mengikuti Jalan Allah yang Lurus
Allah menutup sepuluh wasiat ini dengan perintah untuk mengikuti jalan-Nya dan tidak mengikuti jalan-jalan lain yang menyimpang. Di tengah banyaknya ideologi, tren, dan gaya hidup yang bertentangan dengan Islam, seorang remaja harus memiliki prinsip yang kuat dan menjadikan Al-Qur'an serta Sunnah sebagai pedoman hidup.
Pelajaran Penting bagi Remaja
Sepuluh wasiat dalam QS. Al-An‘am ayat 151–153 menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang sempurna. Islam tidak hanya mengajarkan ibadah kepada Allah, tetapi juga mengatur hubungan dengan orang tua, sesama manusia, serta kehidupan sosial secara keseluruhan.
Jika para remaja mampu mengamalkan sepuluh wasiat ini, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang kuat akidahnya, mulia akhlaknya, luas ilmunya, dan besar manfaatnya bagi masyarakat.
Di tengah berbagai tantangan zaman, mari menjadikan Sepuluh Wasiat Allah sebagai pedoman hidup. Sebab, kebahagiaan sejati bukanlah mengikuti hawa nafsu atau tren yang berubah-ubah, melainkan berjalan di atas petunjuk Allah menuju keselamatan dunia dan akhirat.
Kajian Remaja di Masjid An Nuur Sidowayah pada Ahad malam, 9 Agustus 2026 bersama Pak Wakhid Syamsudin.


