MEDIA AN NUUR—Orang yang berilmu memiliki derajat yang lebih tinggi di sisi Allah karena ilmu menjadi cahaya yang membimbing seseorang kepada kebenaran, ketakwaan, dan amal saleh. Oleh karena itu, Allah menegaskan bahwa orang yang mengetahui tidaklah sama dengan orang yang tidak mengetahui.
قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ ٩
“Katakanlah, ‘Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’ Sesungguhnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran.” (QS. Az-Zumar: 9)
Orang yang rajin menghadiri majelis ilmu akan memperoleh banyak dorongan untuk berbuat kebaikan. Ilmu yang didengar dan dipelajari akan mengingatkannya kepada Allah, memperbaiki amalnya, serta memotivasi dirinya untuk semakin taat dan menjauhi kemaksiatan.
![]() |
| Ustaz Danuri menyampaikan keutamaan orang berilmu |
Menurut Ibnu Katsir, orang yang berilmu bukan sekadar yang memiliki banyak pengetahuan, tetapi yang mengenal Allah dengan benar lalu menaati-Nya. Ilmu yang bermanfaat akan melahirkan rasa takut kepada Allah, mendorong ketaatan, dan menjauhkan seseorang dari kemaksiatan.
Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa ayat tersebut merupakan dalil tentang keutamaan ilmu dan kemuliaan para ulama. Allah membedakan kedudukan orang yang berilmu dari orang yang tidak berilmu, menunjukkan tingginya nilai ilmu dan mulianya orang yang mengamalkannya.
يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍ
“Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11)
Ilmu memiliki kedudukan yang sangat mulia dalam Islam, sehingga orang yang berilmu dan para ulama layak dihormati serta dimuliakan. Namun, penghormatan tersebut tidak boleh berubah menjadi pengkultusan.
Ulama tetaplah manusia yang bisa benar dan bisa salah. Karena itu, mereka dihormati karena ilmu dan ketakwaannya, tetapi kebenaran tetap diukur dengan Al-Qur’an dan Sunnah, bukan semata-mata karena siapa yang mengucapkannya.
Umat Islam juga dituntut untuk berpikir kritis dan tidak mudah menerima setiap informasi begitu saja. Setiap berita, pendapat, atau ajaran yang diterima perlu ditabayunkan terlebih dahulu agar kebenarannya jelas.
Sikap ini penting agar seseorang tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang keliru, terjerumus dalam pemahaman yang salah, atau mengikuti pendapat yang bertentangan dengan ajaran Islam yang benar.
Ulama yang mengajak kepada kebenaran, membimbing umat kepada kebaikan, dan mengajarkan agama sesuai Al-Qur’an dan Sunnah layak untuk diikuti serta dihormati.
Penghormatan kepada mereka merupakan bentuk penghargaan terhadap ilmu dan jasa mereka dalam membimbing umat menuju jalan yang diridai Allah.
Pengajian warga Sidowayah RT 02/07 di rumah Ibu Sri Mulyani (Bu Yuni) bersama Ustaz H. Danuri, M.Ag. (Ketua Ranting Muhammadiyah Ngreco)


