MEDIA AN NUUR—Pada awalnya, Nabi Muhammad Saw., berdakwah secara sembunyi-sembunyi kepada orang-orang terdekat yang beliau percayai. Setelah itu, Allah memerintahkan beliau untuk menyampaikan Islam secara terang-terangan kepada masyarakat luas.
Kepada kaumnya, Rasulullah Saw menjelaskan bahwa beliau diutus oleh Allah untuk menyampaikan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman dan taat, serta peringatan bagi mereka yang ingkar. Beliau juga mengingatkan tentang datangnya hari kiamat, saat setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas seluruh amal perbuatannya.
![]() |
| Ustaz Arif Fahrudin menyampaikan tentang siksa neraka |
Rasulullah Saw., mengabarkan kepada manusia tentang adanya surga sebagai balasan bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, serta neraka sebagai tempat hukuman bagi mereka yang kufur dan durhaka kepada Allah. Dengan kabar gembira dan peringatan tersebut, beliau mengajak manusia untuk menempuh jalan yang diridai Allah dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan.
وَلَقَدْ رَءَاهُ نَزْلَةً أُخْرَىٰ ١٣ عِندَ سِدْرَةِ الْمُنتَهَىٰ ١٤ عِندَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَىٰ ١٥
“Dan sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya (Jibril) pada waktu yang lain, di dekat Sidratul Muntaha, di dekatnya ada Surga tempat tinggal (Jannatul Ma’wa).” (QS. An-Najm: 13–15)
Ayat ini menunjukkan bahwa surga telah diciptakan oleh Allah, karena Allah menyebutkan keberadaan Jannatul Ma'wa di dekat Sidratul Muntaha yang telah disaksikan oleh Nabi Muhammad Saw., saat Isra’ Mi’raj.
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu ditempatkan pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan engkau tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.” (QS. An-Nisa: 145)
Ayat ini menunjukkan bahwa neraka telah diciptakan, karena Allah menyebutkan adanya tempat bagi orang-orang munafik di kerak atau tingkatan paling bawah dari neraka.
![]() |
| Jemaah Subuh Masjid An Nuur Sidowayah |
Orang-orang kafir yang telah tertutup hatinya tetap tidak akan beriman meskipun telah datang berbagai peringatan kepada mereka. Di sisi lain, ada orang yang mengaku beriman dengan lisannya, tetapi hatinya mengingkari kebenaran; mereka itulah orang-orang munafik.
Karena kemunafikan menggabungkan kekafiran dengan kebohongan dan tipu daya terhadap kaum muslimin, maka ancamannya lebih berat, sehingga Allah menempatkan mereka di tingkatan paling bawah dari neraka.
Di antara nama neraka yang disebutkan dalam Al-Qur'an adalah Hawiyah, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Qur'an. Allah menjelaskan bahwa Hawiyah adalah neraka yang sangat dalam dan merupakan api yang sangat panas serta menyala-nyala, sebagai tempat azab bagi orang-orang yang ringan timbangan kebaikannya pada hari kiamat.
Di antara nama neraka yang disebut dalam Al-Qur’an adalah Lazha, yaitu api yang sangat menyala dan bergejolak hingga mengelupaskan kulit kepala para penghuninya, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Ma’arij ayat 15.
Ada juga Huthamah, yaitu neraka yang menghancurkan dan meremukkan segala sesuatu yang dilemparkan ke dalamnya. Allah menyebutkannya dalam Surah Al-Qur’an ayat 4–7, dan menjelaskan sebagai api Allah yang dinyalakan hingga menembus ke dalam hati para penghuninya.
Neraka Jahim adalah salah satu nama neraka yang disediakan bagi orang-orang yang melampaui batas, sombong, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia daripada akhirat, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Qur'an ayat 37–39.
Jahanam adalah salah satu nama neraka yang paling sering disebut dalam Al-Qur'an. Neraka ini disediakan bagi orang-orang kafir, musyrik, dan mereka yang menolak kebenaran setelah datang petunjuk kepada mereka. Di antaranya dalam Surah Al-Qur'an ayat 43, menyebutnya sebagai tempat bagi para pengikut setan.
Neraka yang disebut sebagai tempat bagi orang-orang yang meninggalkan salat adalah Saqar. Sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Qur'an ayat 42–43. Dalam rangkaian ayat tersebut dijelaskan bahwa mereka berada di dalam Saqar karena meninggalkan salat dan berbagai dosa lainnya.
Neraka Sa'ir disebut dalam Surah Al-Mulk ayat 5, yang menyebutnya sebagai neraka yang menyala-nyala dan disediakan bagi setan serta orang-orang yang mengikuti jalannya. Selain itu, nama Sa'ir juga disebut dalam Surah An-Nisa ayat 10, Surah Al-Furqan ayat 11, dan Surah Asy-Syura ayat 7.
Panas api yang kita kenal di dunia hanyalah satu bagian dari tujuh puluh bagian panasnya api neraka, sehingga seorang mukmin hendaknya takut kepada azab Allah dan berusaha menjauhi segala sebab yang dapat menjerumuskannya ke dalam neraka.
نَارُكُمْ هَذِهِ جُزْءٌ مِنْ سَبْعِينَ جُزْءًا مِنْ نَارِ جَهَنَّمَ
“Api yang kalian nyalakan di dunia ini hanyalah satu bagian dari tujuh puluh bagian api Jahannam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kesengsaraan, kesulitan, dan penderitaan sebesar apa pun yang dialami di dunia tidaklah seberapa dibandingkan dahsyatnya azab neraka. Karena itu, marilah kita bersungguh-sungguh menjauhi neraka.
![]() |
| Sarapan bersama setelah kajian |
Mari kita berusaha menaati Allah, melaksanakan ibadah, dan meninggalkan maksiat, meskipun terkadang terasa berat, sebab kesulitan dalam beribadah jauh lebih ringan daripada siksa neraka yang sangat pedih.
Materi Kajian Gerakan Subuh Berjamaah di Masjid An Nuur Sidowayah pada Jumat, 26 Juni 2026 bersama Ustaz Arif Fahrudin, S.Pd.I. (pengasuh Ponpes Modern Muhammadiyah Sangen, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PCM Weru)




