NqpdMaBaMqp7NWxdLWR6LWtbNmMkyCYhADAsx6J=

MASIGNCLEANLITE104

Maaf dan Kezaliman

MEDIA AN NUUR—Manusia adalah tempat salah dan lupa. Tidak ada seorang pun yang luput dari kekhilafan. Karena itu, Islam mengajarkan umatnya untuk membiasakan diri saling memaafkan, tidak menyimpan dendam, dan membuka pintu kebaikan bagi sesama.

وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا

Tidaklah Allah menambah kepada seorang hamba yang suka memaafkan kecuali kemuliaan.” (HR. Muslim)

Meminta Maaf dan Memaafkan

Orang yang mau memaafkan menunjukkan keluasan hati dan kemuliaan akhlaknya. Memaafkan tanda kekuatan hati. Dengan saling memaafkan, persaudaraan tetap terjaga, hati menjadi tenang, dan kehidupan terasa lebih indah.

Ustaz Didik Efendi
Ustaz Didik Efendi menyampaikan tentang maaf memaafkan

Selain itu, Islam juga mengajarkan agar setiap orang yang bersalah segera meminta ampun kepada Allah. Bahkan disebutkan bahwa Allah sangat mencintai hamba yang sadar akan dosanya lalu kembali bertaubat kepada-Nya.

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)

Sebesar apa pun kesalahan manusia, rahmat Allah jauh lebih besar. Maka jangan malu meminta maaf kepada sesama, dan jangan bosan memohon ampun kepada Allah. Karena sebaik-baik manusia bukanlah yang tidak pernah salah, tetapi yang mau mengakui kesalahan dan memperbaiki diri.

Hak Orang Dizalimi

Dalam Islam, seseorang yang dizalimi atau disalahi orang lain, memiliki tiga hak.

1. Membalas

Orang yang disalahi atau dizalimi memiliki hak untuk membalas atau menuntut haknya secara adil dan setimpal, tanpa melampaui batas. Islam tidak melarang seseorang membela dirinya ketika dizalimi, namun tetap harus berada dalam batas keadilan.

وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا

Balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal dengannya.” (QS. Asy-Syura: 40)

وَكَتَبْنَا عَلَيْهِمْ فِيهَا أَنَّ النَّفْسَ بِالنَّفْسِ

Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya bahwa nyawa dibalas dengan nyawa.” (QS. Al-Ma’idah: 45)

Jemaah Subuh
Jemaah Subuh Masjid An Nuur Sidowayah

Meskipun demikian, Islam tetap mengajarkan agar pembalasan tidak dilakukan dengan kezaliman baru, tidak berlebihan, dan tetap mengutamakan keadilan serta ketakwaan.

2. Memaafkan

Islam membolehkan seseorang memaafkan orang yang berbuat salah kepadanya. Bahkan memaafkan termasuk akhlak mulia yang dicintai Allah. Orang yang memaafkan akan mendapatkan kemuliaan dan pahala yang besar di sisi-Nya.

وَأَنْ تَعْفُوا أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى

Dan memaafkan itu lebih dekat kepada takwa.” (QS. Al-Baqarah: 237)

فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ

Barang siapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas tanggungan Allah.” (QS. Asy-Syura: 40)

3. Menuntut Hak

Jika seseorang tidak mampu memaafkan, Islam juga membolehkan menuntut hak melalui jalan yang benar dan adil, tanpa melampaui batas atau berbuat zalim kembali. Karena keadilan adalah bagian dari ajaran Islam.

وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُمْ بِهِ

Jika kalian membalas, maka balaslah dengan balasan yang setimpal dengan apa yang ditimpakan kepada kalian.” (QS. An-Nahl: 126)

وَلَئِنْ صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِّلصَّابِرِينَ

Tetapi jika kalian bersabar, sungguh itu lebih baik bagi orang-orang yang sabar.” (QS. An-Nahl: 126)

Bagi orang yang dizalimi, haknya tidak akan hilang di sisi Allah. Jika di dunia ia belum mendapatkan keadilan, maka pada hari kiamat Allah akan memberikan haknya dengan mengambil pahala orang yang menzaliminya.

أَتَدْرُونَ مَنِ الْمُفْلِسُ؟ ... فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ

Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut? ... Maka diberikanlah pahala kebaikannya kepada orang-orang yang pernah ia zalimi.” (HR. Muslim)

Sarapan
Sarapan bersama

Orang yang dizalimi akan mendapatkan haknya pada hari kiamat. Pahala orang yang berbuat zalim akan diberikan kepada orang-orang yang pernah ia sakiti. Karena itu, seorang mukmin hendaknya berhati-hati agar tidak menzalimi orang lain, sekecil apa pun.

Ringkasan kajian subuh di Masjid An Nuur Sidowayah, pada Jumat, 1 Mei 2026 dengan pemateri Ustaz H. Didik Efendi, S.T. (Ketua MUI Kecamatan Weru)

Share This Article :
Wakhid Syamsudin

Berusaha menjadi orang bermanfaat pada sesama melalui tulisan. Saat ini mengelola blog Media An Nuur (www.media-annuur.com), Bicara Cara (www.bicaracara.my.id), dan blog pribadi (www.syamsa.my.id)

2907636960708278822