MEDIA AN NUUR–Kita meyakini bahwa janji Allah adalah kebenaran yang tidak akan pernah Dia ingkari; dalam Al-Qur’an terdapat begitu banyak janji-Nya yang dapat kita pelajari, renungi, dan jadikan sebagai penguat iman dalam menjalani kehidupan.
Kita renungi Surat An-Nas (Manusia) yang merupakan surat yang diturunkan di Makkah, jadi termasuk golongan surat Makkiyah), terdiri dari 6 ayat. Surat ini berisi perintah untuk memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan setan serta bisikan jahat yang menyelinap ke dalam hati manusia.
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَٰهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
“Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.” (QS. An-Nas: 1-6)
![]() |
| Ustaz Fauzan menyampaikan tentang Surat An-Nas |
Dalam Surat An-Nas, kata Rabb menunjukkan bahwa Allah adalah satu-satunya Pencipta dan Pengatur seluruh manusia, yang mengurus, memelihara, dan mengendalikan segala urusan mereka. Hal ini berkaitan dengan Tauhid Rububiyah, Asma wa Sifat, dan Uluhiyah.
Kita diajarkan untuk memohon perlindungan dari kejahatan bisikan setan yang bersembunyi, yaitu setan yang membisikkan keburukan ke dalam hati manusia lalu bersembunyi ketika manusia mengingat Allah. Bisikan ini bisa berupa keraguan, maksiat, atau godaan yang menjauhkan dari kebenaran.
Bisikan setan tampak pada kisah Qabil yang membunuh saudaranya Habil karena iri, sehingga menjadi pembunuhan pertama di bumi; karena ia memulai kejahatan itu, setiap pembunuhan setelahnya ia mendapat bagian dosa, menunjukkan betapa berbahayanya mengikuti bisikan setan.
Selain setan yang membisikkan kejahatan, dalam ajaran Islam juga dikenal adanya qarin, yaitu pendamping dari golongan jin yang selalu menyertai manusia sejak lahir hingga ajal. Ia bertugas membisikkan was-was, mendorong kepada maksiat, dan menghalangi dari ibadah.
Was-was adalah bisikan halus dari setan yang mengganggu hati dan pikiran, terutama saat beribadah, seperti menimbulkan keraguan dalam niat, jumlah rakaat, atau kekhusyukan, sehingga perlu dilawan dengan zikir, keyakinan, dan memohon perlindungan kepada Allah.
Ikhtiar untuk menghindari gangguan bisikan setan di antaranya adalah dengan berdoa setiap keluar rumah serta membaca basmalah ketika menutup pintu dan jendela menjelang malam, sebagai bentuk perlindungan diri dengan mengingat Allah dalam aktivitas sehari-hari.
Di antara kegemaran setan adalah mengganggu hubungan suami-istri, dan mereka merasa berhasil ketika mampu merusak keharmonisan rumah tangga hingga menimbulkan perselisihan bahkan perpisahan, sehingga pasangan perlu menjaga komunikasi, saling memahami, dan memperkuat iman agar tidak mudah terpengaruh oleh bisikan tersebut.
Pengajian rutin warga Sidowayah RT 01 RW 06 Ngreco, Weru, pada Sabtu, 11 April 2026, bersama Ustaz Fauzan Abu Darda, pengajar di Ma'had Ittibaussunnah Tawang.


