MEDIA AN NUUR–Di era sekarang ini, banyak remaja yang sudah mengenal handphone karena perkembangan teknologi. Kemajuan teknologi akan diisi orang-orang yang tidak baik apabila orang baik tidak bisa menggunakan handphone dan mengikuti perkembangan zaman.
Sebagai remaja Muslim harus memiliki aturan dan batasan dalam penggunaan teknologi. Handphone dan media sosial sudah menjadi bagian dari hidup kita. Tidak perlu disalahkan, karena saat ini kita berada pada zaman perkembangan teknologi maju.
![]() |
| Kajian remaja Masjid An Nuur Sidowayah |
Handphone dan media sosial bisa menjadi jalan kebaikan dan pintu kemaksiatan. Sebagai remaja muslim, harus bisa memiliki kontrol dalam menggunakan HP dan media sosial.
مَا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
“Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).” (QS. Qaf: 18)
Ayat tersebut menjelaskan bahwa tidak ada satu kata pun kecuali malaikat Raqib dan Atid mencatatnya. Apa pun yang kita lakukan dengan media sosial tidak lepas dari catatan amal dua malaikat, entah itu dari chat, komentar, caption, postingan, dan lain-lain.
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Sahih Muslim)
Korelasi dari hadis tersebut adalah apabila kita tidak bisa membuat sesuatu hal yang baik, lebih baik diam. Maka, kita harus menggunakan adab dalam bermedia sosial, ketika tidak bisa maka diam lebih baik.
Adab menggunakan media sosial:
- Menjaga pandangan dari konten kemaksiatan. QS. An-Nur ayat 30 berisi perintah Allah kepada laki-laki beriman untuk menjaga pandangan (ghaddul bashar) dan memelihara kemaluan guna menjaga kesucian diri serta menghindari zina.
- Menjaga kehormatan aurat diri kita sendiri. QS. Al-Ahzab ayat 33 berisi perintah kepada istri-istri Nabi (dan muslimah secara umum) untuk menetap di rumah, tidak bertabaruj (berhias berlebihan) ala jahiliah, menegakkan salat, menunaikan zakat, serta menaati Allah dan Rasul-Nya.
- Melakukan tabayun (cek informasi yang benar, bukan percaya pada hoaks, apalagi menyebarluaskan berita hoaks tersebut). QS. Al-Hujurat ayat 6 berisi perintah Allah Swt. kepada orang beriman untuk melakukan tabayun (klarifikasi/cek fakta) terhadap berita yang dibawa oleh orang fasik.
- Menjaga lisan dan tulisan ketika berkomentar atau sedang chatting.
Bahaya handphone dan media sosial jika disalahgunakan:
- Zina mata dan hati.
- Lalai beribadah karena game online/scrolling media sosial.
- Riya (pamer segala sesuatu yang kita miliki, kecuali pamer kebaikan untuk bentuk syiar kita).
- Adanya kecanduan.
- Pergaulan bebas melalui chat.
Tips praktis untuk remaja muslim dalam menggunakan handphone dan media sosial:
- Niatkan handphone dan media sosial sebagai sarana ibadah.
- Buat pembatasan dalam menggunakan handphone.
- Follow akun-akun yang bermanfaat dan unfollow atau blok konten yang mengarah pada kemaksiatan.
- Gunakan waktu kosong untuk kegiatan yang produktif.
- Mendekatkan diri dengan Al-Qur’an agar hati kita terjaga.
Handphone dan media sosial adalah ujian kita, apakah mendekatkan atau menjauhkan diri dari Allah Swt. Maka, kita harus bisa mengevaluasi diri kita sendiri dengan membatasi dan menggunakan adab ketika bermain media sosial.
Sebagai remaja muslim, kita harus bisa mengontrol diri kita dengan media sosial agar kita tidak lalai dalam ibadah kita sebagai kewajiban untuk beribadah kepada Allah Swt.
Kajian Remaja di Masjid An Nuur Sidowayah pada Ahad, 19 April 2026 bakda Isya. Pemateri: Pak Wakhid Syamsudin.
Reporter: Safira Ni'matul Ulya


