MEDIA AN NUUR–Allah memiliki wujud, dan meyakini hal tersebut merupakan bagian dari keimanan kepada-Nya. Barang siapa mengingkari keberadaan Allah, maka ia tidak termasuk orang yang beriman kepada-Nya. Namun, perlu dipahami bahwa wujud Allah tidaklah sama dengan makhluk-Nya.
Setiap yang dinamai dalam kehidupan ini umumnya memiliki bentuk yang dapat dibayangkan, tetapi Allah memiliki wujud yang tidak serupa dengan apa pun dan tidak dapat diserupakan dengan makhluk. Keyakinan ini menegaskan bahwa Allah itu ada, tanpa harus membayangkan bentuk-Nya seperti makhluk.
ÙˆَÙ…َا Ù‚َدَرُÙˆْا اللّٰÙ‡َ ØَÙ‚َّ Ù‚َدْرِÙ‡ٖ ۖ Ùˆَا Ù„ْاَ رْضُ جَÙ…ِÙŠْعًا Ù‚َبْضَتُÙ‡ٗ ÙŠَÙˆْÙ…َ الْÙ‚ِÙŠٰÙ…َØ©ِ Ùˆَا لسَّÙ…ٰÙˆٰتُ Ù…َØ·ْÙˆِÙŠّٰتٌ بِۢÙŠَÙ…ِÙŠْÙ†ِÙ‡ٖ ۗ سُبْØٰÙ†َÙ‡ٗ ÙˆَتَعٰÙ„ٰÙ‰ عَÙ…َّا ÙŠُØ´ْرِÙƒُÙˆْÙ†َ
“Dan mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari Kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Dia dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka sekutukan.” (QS. Az-Zumar 39: Ayat 67)
![]() |
| Ustaz Fauzan menyampaikan tentang wujud Allah |
Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa Allah menggenggam dengan tangan kanan-Nya. Hal ini menunjukkan adanya sifat yang Allah tetapkan bagi diri-Nya dalam Al-Qur’an. Namun, keyakinan Ahlus Sunnah adalah menetapkan sifat tersebut sebagaimana adanya, tanpa menyerupakan dengan makhluk dan tanpa mempertanyakan bagaimana bentuknya.
Kita meyakini bahwa Allah memiliki “tangan” sebagaimana yang disebutkan, tetapi tidak sama dengan tangan makhluk dan tidak dapat dibayangkan bentuknya. Sikap yang benar adalah mengimaninya tanpa takyif (membayangkan bentuk), tanpa tasybih (menyerupakan), dan tanpa ta’thil (menolak sifat tersebut).
![]() |
| Jemaah Subuh Masjid An Nuur |
Selanjutnya, malaikat juga merupakan makhluk Allah yang memiliki wujud, dan kita wajib mengimani keberadaannya sebagai bagian dari rukun iman. Mereka diciptakan oleh Allah dengan bentuk tertentu, namun tidak seperti manusia dan tidak dapat kita lihat dengan mata biasa.
Bentuk mereka pada hakikatnya hanya diketahui secara sempurna oleh Allah, meskipun dalam beberapa dalil disebutkan gambaran tentang rupa dan ukurannya. Oleh karena itu, sikap seorang mukmin adalah mengimaninya sebagaimana yang dijelaskan dalam wahyu, tanpa berlebihan dalam membayangkan dan tanpa mengingkarinya.
Di antaranya, dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa malaikat memiliki sayap, ada yang dua, tiga, dan empat (QS. Fathir: 1). Secara khusus, dalam hadis riwayat Muhammad dijelaskan bahwa Jibril memiliki 600 sayap yang membentang hingga menutupi ufuk.
![]() |
| Sarapan bersama |
Hal ini menunjukkan bahwa Jibril adalah makhluk Allah yang sangat besar dan agung, dan kita mengimaninya sebagaimana disebutkan dalam dalil tanpa membayangkan bagaimana hakikat bentuk sayap tersebut.
Sikap kita terhadap perkara gaib yang tidak dijelaskan dalam Al-Qur'an dan hadis adalah mengimaninya sebagaimana adanya, tanpa membayangkan bentuknya, tanpa menyerupakan dengan makhluk, dan tanpa menambah-nambah penjelasan. Kita cukup berhenti pada apa yang dijelaskan dalam dalil, karena hakikatnya hanya Allah yang mengetahui.
Materi Kajian Gerakan Subuh Berjemaah di Masjid An Nuur Sidowayah pada Jumat, 17 April 2026 bersama Ustaz Fauzan Abu Darda (pengajar di Ma'had Ittibaussunnah Tawang)




