MEDIA AN NUUR–Di tengah derasnya arus media sosial hari ini, kita tidak bisa menutup mata dari banyaknya konten aneh, misalnya “jogetan nggak jelas” dan minim nilai. Gerakannya berulang, tujuannya tidak tampak, dan sering kali hanya mengejar perhatian sesaat.
Waktu pun habis untuk sesuatu yang tidak menambah ilmu, tidak menguatkan iman, bahkan kadang tidak meninggalkan kesan apa-apa selain lewat begitu saja di layar. Herannya, ada saja yang dengan suka hati menontonnya.
Fenomena ini perlahan membentuk kebiasaan. Kita menjadi terbiasa menikmati yang ringan tanpa makna, tertawa tanpa alasan yang jelas, dan terus menggulir tanpa arah. Lebih jauh lagi, ada kekhawatiran bahwa selera kita terhadap sesuatu yang bernilai menjadi menurun.
Bagi mereka barangkali yang penting adalah menarik, bukan yang penting bermakna. Yang penting viral, bukan yang penting memberi manfaat. Sungguh, saya tidak begitu peduli dengan konten-konten semacam itu. Bagi saya, cukup dilewati saja. Tidak perlu ditonton, apalagi dipikirkan.
Namun, suatu ketika saya tercenung oleh sebuah video yang sekilas tampak sama. Konten yang isinya seorang laki-laki dewasa berjoget sederhana tanpa arah yang jelas. Tidak ada yang istimewa dari gerakannya.
Namun, kelakuan lelaki dewasa itu membuat saya terharu bahkan nyaris menetes air mata ini. Pasalnya, semua itu ia lakukan di hadapan ibunya yang sudah renta dan duduk di kursi roda, sekadar untuk membuat sang ibu tersenyum dan terhibur.
![]() |
| Seorang lelaki dewasa menghibur ibunya dengan jogetan nggak jelas |
Di situlah hati seperti disentuh dari arah yang tidak terduga. Terlepas dari jogetannya yang masuk kategori tarian nggak jelas, di dalamnya tersimpan nilai bakti yang tidak semua anak mampu melakukannya.
Tidak semua orang mau merendahkan gengsi, meluangkan waktu, dan melakukan hal-hal sederhana demi membahagiakan orang tua. Ada yang mampu memberi banyak hal secara materi, tetapi belum tentu mampu menghadirkan tawa.
Bukankah malah lebih banyak yang sibuk dengan urusannya sendiri, hingga lupa bahwa kebahagiaan orang tua sering kali terletak pada hal-hal kecil yang kita anggap sepele. Seperti yang lelaki itu lakukan pada ibunya.
Maka, dari sana saya belajar satu hal, bahwa jangan terlalu cepat menilai dari tampilan luar. Bisa jadi, di balik sesuatu yang terlihat biasa bahkan remeh, tersembunyi ketulusan yang luar biasa. Sebuah hal sederhana menjadi jalan hadirnya bakti yang tulus kepada orang tua.
Cobalah Anda sempatkan menengok akun media sosialnya pada link ini. Bukalah konten video reels-nya, satu atau dua, atau semuanya. Jika Anda masih punya hati, saya yakin akan sepakat bahwa ini adalah konten “jogetan nggak jelas” yang penuh makna. Semoga Mas-nya sekeluarga hidup penuh keberkahan.


