MEDIA AN NUUR–Ratusan umat Muslim melaksanakan Salat Tarawih berjemaah di kawasan Times Square, Amerika Serikat, dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan.
Pemandangan ini tentu menjadi fenomena yang menggembirakan, sekaligus membanggakan, karena syiar Islam tetap hidup dan semarak meski berada di negeri dengan jumlah Muslim sebagai minoritas.
Peristiwa tersebut semestinya menginspirasi kita yang tinggal di negara dengan mayoritas penduduk Muslim untuk semakin memakmurkan masjid dan menghidupkan ibadah, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah, yang harusnya dilakukan dengan mode pro.
![]() |
| Kajian remaja Sidowayah |
Puasa mode pro adalah puasanya orang-orang yang bersikap profesional dalam beribadah. Bukan sekadar menjalankan kewajiban secara biasa, apalagi seperti pemula atau amatiran.
Jangan sampai puasa dijalani dengan “mode hemat energi”, menahan diri sekecil mungkin dari aktivitas sehingga seharian hanya dihabiskan untuk rebahan. Dari pagi hingga sore lebih banyak tiduran dengan alasan lemas karena berpuasa.
Puasa ala amatiran sering kali hanya memindahkan waktu makan: yang biasanya sarapan dan makan sore, digeser menjadi sahur dan berbuka. Pola ini muncul karena puasa dipahami sebatas menahan lapar dan haus yang dianggap otomatis membuat tubuh lemas, sehingga energi harus dihemat total.
Memang benar tidur orang puasa bernilai ibadah, tetapi jika itu dijadikan dalih untuk meninggalkan aktivitas yang lebih produktif dan berpahala besar, tentu menjadi kerugian tersendiri.
Membantu orang tua, terlibat dalam kegiatan sosial, membaca Al-Qur’an, menambah wawasan dengan buku-buku agama, dan amal kebaikan lainnya memiliki keutamaan yang tidak sama dengan sekadar menghabiskan waktu untuk tidur.
Pada akhirnya, kualitas puasa sangat ditentukan oleh bagaimana kita mengisinya. Apakah hanya menahan lapar dan haus, atau sekaligus memaksimalkan amal dan kebermanfaatan.
Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar kita mampu menjalani puasa dengan “mode pro”. Di antaranya adalah dengan memanajemen bahan bakar atau energi sejak awal. Rasulullah menganjurkan sahur karena di dalamnya terdapat kebaikan dan keberkahan.
Maka, mengikuti anjuran ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari strategi agar sahur benar-benar menjadi sumber energi untuk mendukung aktivitas amaliah sepanjang siang hari.
![]() |
| Semangat remaja Sidowayah meski cuaca hujan |
Dari sisi kesehatan pun kita bisa belajar: hindari konsumsi gula berlebihan saat sahur karena dapat membuat energi cepat naik lalu turun drastis. Sebaliknya, perbanyak asupan protein dan serat agar rasa kenyang lebih tahan lama dan tubuh tetap bertenaga.
Dengan pengelolaan nutrisi yang tepat, energi lebih stabil, fokus terjaga, dan puasa pun bisa dijalani secara optimal, bisa produktif dalam ibadah, aktif dalam kebaikan, serta maksimal dalam meraih pahala.
Sahur juga perlu diimbangi dengan mencukupkan asupan air putih. Jangan sampai tubuh kekurangan cairan karena hal ini sangat berpengaruh terhadap stamina dan konsentrasi di siang hari. Dehidrasi ringan saja bisa membuat badan terasa lemas, mudah mengantuk, dan kurang bersemangat.
Karena itu, upayakan minum air putih yang cukup saat sahur sebagai bagian dari ikhtiar menjaga kebugaran, agar puasa tetap kuat, aktivitas tetap lancar, dan semangat beramal tidak mudah loyo hingga waktu berbuka tiba.
Kemudian, aturlah ritme ibadah dengan bijak. Tidak harus “gas pol” pada satu jenis amalan sampai menguras seluruh tenaga, lalu justru mengabaikan kesempatan beramal yang lain. Puasa mode pro menuntut keseimbangan: ada waktu untuk tilawah, ada porsi untuk sedekah dan membantu sesama, ada juga ruang untuk istirahat yang secukupnya.
Dengan pengaturan ritme yang tepat, ibadah menjadi lebih konsisten, terjaga kualitasnya, dan mampu dijalani sepanjang hari tanpa kehilangan semangat maupun keberkahan.
Hal lain yang perlu dijauhi saat menjalankan puasa mode pro adalah penggunaan HP yang berlebihan. Tanpa disadari, gawai bisa menguras fokus, menyita waktu, dan melemahkan semangat beramal. Berjam-jam berselancar di media sosial atau menonton hal yang kurang bermanfaat bukan hanya menghabiskan energi, tetapi juga berpotensi mengurangi kualitas puasa kita.
Karena itu, bijaklah dalam menggunakan HP: manfaatkan seperlunya untuk hal yang mendukung kebaikan, dan hindari hal-hal yang dapat melalaikan. Dengan menjaga fokus dan waktu, puasa akan lebih terarah, produktif, dan bernilai maksimal di sisi Allah.
Puasa mode pro akan menjadi kawah candradimuka bagi diri kita. Di dalamnya, kita ditempa oleh rasa lapar, dahaga, dan berbagai godaan, bukan untuk melemahkan, tetapi justru untuk membentuk pribadi yang tangguh.
Kesulitan yang dijalani dengan sabar akan melahirkan ketahanan mental, kedisiplinan, serta kepekaan sosial. Dari proses inilah lahir karakter yang lebih kuat dalam komitmen ibadah dan konsisten dalam kebaikan.
Kajian Remaja di Masjid An Nuur Sidowayah pada Rabu, 4 Maret 2026 pukul 16.30 WIB lanjut bukber. Pemateri Ustaz Ibnu Ka'ab, S.Pd.I (pengajar di MIN 5 Sukoharjo)



