MEDIA AN NUUR–Empat santri Safari Dakwah Ramadan 1447 H dari Ponpes Qoryatul Qur'an Weru berpamitan kepada jemaah Masjid An Nuur Sidowayah pada Rabu, 4 Maret 2026 bakda Salat Subuh.
Kegiatan ini menjadi penutup masa pengabdian selama 15 hari di bulan suci Ramadan. Adapun santri yang bertugas di Sidowayah ialah Anas Sikhadin Maula, Muhammad Dzakwan Al Harits, Muhammad Nashrudin, dan Ammar Farros Ansharullah.
Muhammad Nashrudin selaku perwakilan santri menyampaikan terima kasih kepada seluruh jemaah dan Takmir Masjid An Nuur Sidowayah yang telah memberikan kesempatan santri untuk belajar berdakwah dan mengabdi di tengah masyarakat.
![]() |
| Santri mewakili berpamitan |
Mas Nashru menyampaikan bahwa tugas Safari Dakwah selama 15 hari Ramadan 1447 H telah menjadi pengalaman berharga dalam menempa diri, melatih keberanian menyampaikan kebaikan, sekaligus belajar membersamai umat.
Santri mohon pamit setelah menyelesaikan amanah Safari Dakwah ini. Mohon doa agar tetap istikamah dalam menuntut ilmu dan berdakwah. “Semoga Allah mempertemukan kita kembali, baik di dunia, maupun kelak di jannah-Nya,” pungkas Mas Nashru.
Kepala Takmir Masjid An Nuur Sidowayah, Bapak Sutarto, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dedikasi keempat santri selama setengah bulan awal Ramadan ini. Atas nama takmir dan seluruh jemaah, beliau juga memohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam pelayanan maupun fasilitas.
![]() |
| Tanggapan dari pihak takmir |
Pak Tarto memberikan menyampaikan bahwa santri yang dididik di pesantren ibarat batu yang berada di dalam perut bumi. Batu itu mendapat tekanan dan panas dengan temperatur tinggi. Dari proses berat itulah akan terbentuk batu-batu yang berbeda kualitasnya.
“Batu yang paling berkualitas dan paling mahal harganya adalah berlian. Demikian pula santri, yang ditempa dengan kesungguhan, kesabaran, dan disiplin, insyaallah akan menjadi pribadi unggul dan bernilai tinggi di tengah masyarakat,” tutur beliau.
Di akhir penyampaian, beliau mendoakan agar para santri senantiasa mendapat rida Allah dalam perjuangan menuntut ilmu, baik di pesantren maupun saat terjun di masyarakat kelak.
Juga memohon doa kepada para santri agar jemaah Sidowayah diberi kekuatan untuk terus memakmurkan masjid dan menjaga semangat ibadah yang telah tumbuh selama Ramadan.
![]() |
| Foto bersama |
Akhirnya, selamat kembali pulang ke pesantren. Semoga Allah memberikan keberkahan pada semuanya. Memberi kemudahan segala urusan. Semoga ukhuwah yang terjalin menjadi jalan bersama menuju surga-Nya, aamiin.




