MEDIA AN NUUR–Jemaah Masjid An Nuur Sidowayah melaksanakan Salat Gerhana Bulan pada Selasa, 3 Maret 2026, bakda Salat Magrib. Pelaksanaan ibadah ini berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh warga yang sudah hadir sejak Salat Magrib.
Bertindak sebagai imam adalah Mas Harits, dengan khatib Mas Anas. Keduanya merupakan santri dari Ponpes Qoryatul Qur'an yang sedang menjalankan tugas Safari Dakwah Ramadan di Sidowayah. Kehadiran para santri menjadi dakwah dan pembinaan keagamaan di tengah masyarakat selama bulan suci.
![]() |
| Salat Gerhana Bulan di Masjid An Nuur Sidowayah |
Dalam khutbahnya, khatib menyampaikan bahwa peristiwa gerhana merupakan momentum muhasabah diri. Gerhana bukan sekadar fenomena alam, tetapi tanda kebesaran Allah yang menunjukkan kekuasaan-Nya atas alam semesta.
Matahari dan bulan adalah dua ayat Allah. Ketika terjadi gerhana, umat Islam diperintahkan untuk memperbanyak doa, bertakbir, melaksanakan salat, serta bersedekah sebagai bentuk ketundukan dan penghambaan kepada-Nya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa gerhana mengingatkan manusia akan kefanaan dunia. Bulan yang biasanya bercahaya dapat tertutup, sebagaimana kehidupan manusia yang bisa berubah kapan saja. Ini adalah tanda kuasa Allah Swt.
![]() |
| Khatib mengingatkan bahwa peristiwa gerhana adalah tanda kuasa Allah |
Dalam Al-Qur’an, Surah Fussilat ayat 37 menegaskan agar manusia tidak bersujud kepada matahari dan bulan, melainkan kepada Allah yang menciptakannya. Sementara Surah At-Takwir ayat 1–2 menggambarkan peristiwa dahsyat menjelang hari kiamat, ketika matahari digulung dan bintang-bintang berjatuhan.
Jemaah juga diajak untuk memperbanyak istighfar, doa, sedekah, dan amal saleh sebagai respons atas tanda kebesaran Allah tersebut. Momentum gerhana hendaknya menjadi sarana memperkuat iman dan memperbaiki diri, agar hati tidak menjadi gelap oleh dosa.
Dengan adanya pelaksanaan Salat Gerhana Bulan ini diharapkan bisa menjadi pengingat bagi setiap Muslim untuk mempersiapkan bekal menuju akhirat dan menjalani kehidupan dalam ketaatan kepada Allah Swt.
Kontributor: Sigit Munandar



