MEDIA AN NUUR—Ada dua nikmat besar yang sering dilalaikan oleh manusia, yaitu kesehatan dan waktu luang. Padahal keduanya merupakan fondasi penting agar ibadah dapat terlaksana dengan baik.
Betapa banyak orang yang memiliki tubuh sehat dan waktu yang cukup, tetapi tidak memanfaatkannya untuk melaksanakan amal ibadah. Karena itu kita perlu mensyukuri nikmat sehat dan kesempatan dengan memperbanyak amal saleh.
![]() |
| Musab Syaiful Haq |
Terlebih lagi saat ini kita berada pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Kesempatan ini sangat berharga. Selama kita masih sehat dan memiliki waktu, marilah kita memaksimalkan ibadah puasa dan amalan pendukungnya seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta memperbanyak doa dan sedekah.
Rasulullah Saw., mengingatkan bahwa nilai amal seseorang sangat ditentukan oleh akhir kehidupannya. Tidak hanya berhenti pada amalan di awal-awal dan pertengahan semata.
Ø¥ِÙ†َّÙ…َا الأَعْÙ…َالُ بِالْØ®َÙˆَاتِيمِ
“Sesungguhnya amal itu tergantung pada penutupnya (akhirnya).” (HR. Bukhari)
Hadis ini mengajarkan bahwa yang terpenting adalah bagaimana seseorang mengakhiri hidupnya. Karena itu, seorang muslim harus berusaha menjaga amalnya hingga akhir hayat, tidak berhenti di tengah jalan, dan selalu memperbaiki dirinya agar penutup hidupnya dalam keadaan baik.
Rasulullah Saw., juga memberi nasihat agar manusia memanfaatkan hidupnya seakan-akan waktunya sangat dekat. Agar selalu serius dalam mempersiapkan amal untuk akhirat.
اعْÙ…َÙ„ْ Ù„ِآخِرَتِÙƒَ ÙƒَØ£َÙ†َّÙƒَ تَÙ…ُوتُ غَدًا . ÙˆَاعْÙ…َÙ„ْ Ù„ِدُÙ†ْÙŠَاكَ ÙƒَØ£َÙ†َّÙƒَ تَعِيشُ Ø£َبَدًا
“Beramallah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati esok hari, dan beramallah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya.”
Jangan kita terlena dengan kehidupan dunia. Jangan terlalu sibuk dengan hal-hal yang tidak penting. Hendaknya memanfaatkan waktu hidupnya dengan sebaik-baiknya untuk beramal, seolah-olah esok hari ia akan meninggalkan dunia ini.
Dengan menyadari hal ini, marilah kita gunakan nikmat sehat dan kesempatan yang Allah berikan untuk memperbanyak amal kebaikan, terutama pada sepuluh hari terakhir Ramadan, agar kita dapat meraih rahmat dan ampunan dari Allah.
Kultum Subuh pada Sabtu, 14 Maret 2026 bersama Musab Syaiful Haq, santri Ponpes Qoryatul Qur'an yang sedang iktikaf di Masjid An Nuur Sidowayah.


