MEDIA AN NUUR—Doa adalah bentuk penghambaan dan sikap berserah diri seorang hamba kepada Allah. Dengan berdoa, seorang muslim mengakui bahwa dirinya lemah dan sangat membutuhkan pertolongan Allah dalam setiap urusannya.
Allah sendiri memerintahkan hamba-Nya untuk berdoa sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an:
ÙˆَÙ‚َالَ رَبُّÙƒُÙ…ُ ادْعُونِÙŠ Ø£َسْتَجِبْ Ù„َÙƒُÙ…ْ ۚ Ø¥ِÙ†َّ الَّذِينَ ÙŠَسْتَÙƒْبِرُونَ عَÙ†ْ عِبَادَتِÙŠ سَÙŠَدْØ®ُÙ„ُونَ جَÙ‡َÙ†َّÙ…َ دَاخِرِينَ
“Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan untukmu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk ke neraka Jahanam dalam keadaan hina.” (QS. Ghafir: 60)
![]() |
| Muhammad Nashruddin |
Ayat ini menunjukkan bahwa doa adalah ibadah. Orang yang enggan berdoa kepada Allah seakan-akan merasa tidak membutuhkan-Nya, dan sikap seperti itu termasuk kesombongan yang dapat menyeret seseorang pada azab Allah.
Pada bulan Ramadan, Rasulullah Saw., juga menjelaskan bahwa ada waktu-waktu yang sangat baik untuk berdoa. Di antaranya adalah saat sahur, ketika seseorang sedang berpuasa, dan ketika berbuka puasa. Pada waktu-waktu tersebut doa seorang hamba sangat dekat dengan pengabulan dari Allah.
Karena itu, marilah kita memanfaatkan bulan Ramadan ini dengan memperbanyak doa. Mohonlah kepada Allah segala kebaikan, baik untuk urusan dunia maupun akhirat, dengan penuh kerendahan hati dan keyakinan bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan doa hamba-Nya.
Kultum Tarawih pada Sabtu, 14 Maret 2026 bersama Muhammad Nashruddin, santri Ponpes Qoryatul Qur'an yang sedang iktikaf di Masjid An Nuur Sidowayah.


