MEDIA AN NUUR—Seorang guru pernah membagikan sebuah kertas putih bersih kepada murid-muridnya, dengan satu titik hitam kecil di tengahnya. Ia kemudian berkata bahwa kertas itu seperti kehidupan manusia.
Warna putih yang luas melambangkan berbagai nikmat dan karunia Allah yang begitu banyak, sedangkan titik hitam kecil itu adalah masalah atau kesulitan dalam hidup.
![]() |
| Burhanudin Robani |
Namun apa yang terjadi? Seringkali manusia justru lebih fokus pada titik hitam kecil itu daripada melihat luasnya nikmat yang telah Allah berikan.
Padahal dalam kehidupan seorang mukmin, ujian adalah sesuatu yang wajar. Bahkan ujian bisa menjadi tanda kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Ketika Allah mencintai seorang hamba, Dia akan mengujinya agar keimanannya semakin kuat dan derajatnya semakin tinggi.
Hal ini seperti seorang pelajar yang akan naik kelas. Sebelum naik ke tingkat yang lebih tinggi, ia harus melewati ujian terlebih dahulu. Demikian pula dalam kehidupan, ujian sering kali menjadi jalan untuk meningkatkan kualitas iman seseorang.
Dalam Al-Qur’an, kita setiap hari membaca doa dalam Surah Al-Fatihah, memohon kepada Allah: “Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat.”
Jalan yang lurus ternyata bukan berarti jalan yang selalu mudah tanpa rintangan. Jalan lurus adalah jalan orang-orang yang mendapatkan nikmat dari Allah, bukan jalan orang yang sesat. Dalam perjalanan menuju ketaatan itu sering kali ada ujian yang harus dilalui.
Allah juga menunjukkan bahwa pertolongan-Nya datang dengan cara yang tidak selalu disangka manusia. Ketika Musa terhalang oleh laut saat dikejar oleh Fir'aun, Allah menolongnya dengan membelah laut. Ketika Ibrahim hendak dibakar oleh Namrud, Allah menjadikan api itu dingin dan menyelamatkannya.
Kisah-kisah ini mengajarkan bahwa ketika seorang hamba menghadapi kesulitan, ia tidak boleh berputus asa. Allah memiliki cara sendiri untuk menolong hamba-Nya. Tugas kita adalah tetap beriman, bersabar, dan yakin bahwa di balik setiap ujian terdapat hikmah dan pertolongan dari Allah.
Kultum Tarawih pada Rabu, 11 Maret 2026 bersama Burhanudin Robani, santri Ponpes Qoryatul Qur'an yang sedang iktikaf di Masjid An Nuur Sidowayah.


