NqpdMaBaMqp7NWxdLWR6LWtbNmMkyCYhADAsx6J=

MASIGNCLEANLITE104

Menyambut Lailatulqadar

MEDIA AN NUUR—Kita sudah berada di malam-malam penghujung bulan Ramadan. Pada malam-malam inilah terdapat satu malam yang sangat istimewa, yaitu Lailatulqadar, malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.

Karena itu, ada beberapa hal yang perlu kita siapkan dalam menyambut malam Lailatul Qadar. Di antaranya adalah meneladani kesungguhan Rasulullah ï·º dalam menghidupkan sepuluh hari terakhir Ramadan.

Ketika memasuki sepuluh malam terakhir, Nabi semakin meningkatkan ibadahnya. Beliau memperbanyak salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berbagai amalan kebaikan lainnya. Bahkan dalam banyak riwayat disebutkan bahwa beliau bersungguh-sungguh dalam beribadah melebihi hari-hari sebelumnya.

Muhammad Nashruddin
Muhammad Nashruddin

Kemudian, melaksanakan iktikaf di masjid. Rasulullah ï·º menjadikan iktikaf sebagai amalan utama pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Beliau senantiasa melaksanakannya dan hanya pernah meninggalkannya satu kali, yaitu pada tahun terjadinya Fathul Makkah.

Melalui iktikaf, seorang muslim berusaha mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak ibadah, menjauhkan diri dari kesibukan dunia, serta memfokuskan hati untuk berzikir, berdoa, dan membaca Al-Qur’an.

Oleh karena itu, marilah kita memanfaatkan sisa malam Ramadan ini dengan sebaik-baiknya. Perbanyak ibadah dengan penuh kesungguhan. Semoga Allah mempertemukan kita dengan malam Lailatul Qadar, melimpahkan rahmat-Nya kepada kita, dan menerima seluruh amal ibadah yang kita lakukan.

Kultum Subuh pada Kamis, 12 Maret 2026 bersama Muhammad Nashruddin, santri Ponpes Qoryatul Qur'an yang sedang iktikaf di Masjid An Nuur Sidowayah.

Share This Article :
Wakhid Syamsudin

Berusaha menjadi orang bermanfaat pada sesama melalui tulisan. Saat ini mengelola blog Media An Nuur (www.media-annuur.com), Bicara Cara (www.bicaracara.my.id), dan blog pribadi (www.syamsa.my.id)

2907636960708278822