MEDIA AN NUUR–Segala puji bagi Allah yang masih memberi kita nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesempatan untuk bangun di waktu Subuh, meski terasa berat melakukannya.
Rasa malas bangun Subuh bukan karena faktor fisik semata. Ada gangguan setan yang membisikkan, “Masih panjang malamnya… nanti saja.” Kalimat ini sering kita rasakan: alarm sudah bunyi, tapi hati berkata, “Lima menit lagi…”
يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلَاثَ عُقَدٍ، يَضْرِبُ عَلَى كُلِّ عُقْدَةٍ: عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ فَارْقُدْ. فَإِنِ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقَدُهُ كُلُّهَا، فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ، وَإِلَّا أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلَانَ.
“Setan mengikat pada tengkuk salah seorang dari kalian ketika ia tidur dengan tiga ikatan. Pada setiap ikatan ia berkata: ‘Malam masih panjang, tidurlah.’ Jika ia bangun lalu berzikir kepada Allah, terlepaslah satu ikatan. Jika ia berwudu, terlepas lagi satu ikatan. Jika ia salat, terlepaslah seluruh ikatannya. Maka ia pun bangun dalam keadaan bersemangat dan baik jiwanya. Jika tidak, ia bangun dalam keadaan malas dan buruk jiwanya.” (HR. Bukhari Muslim)
![]() |
| Muhammad Nashruddin |
Rasulullah Saw., memberi solusi yang sangat praktis, agar kita bisa melepaskan tiga ikatan yang menghalangi kita pada kebaikan tersebut. Semoga dengan tips dari Nabi ini, kita bisa terus menjaga semangat bangun Subuh.
Pertama, bangun lalu berzikir. Minimal membaca doa bangun tidur: Alhamdulillahilladzi ahyanaa bakdama amatana wailaihinnushur. Dengan zikir, satu ikatan terlepas. Artinya, kesadaran ruhani mulai hidup.
Kedua, berwudu. Air wudu ternyata tidak hanya untuk membersihkan badan, tapi juga menyegarkan jiwa. Jiwa yang lelah menjadi segar kembali setelah terjaga dari tidurnya. Dan, ikatan setan yang kedua pun lepas.
Ketiga, mendirikan salat. Ketika kita berdiri menghadap Allah, seluruh ikatan setan terlepas. Hasilnya? Hati menjadi ringan, pikiran jernih, badan terasa semangat. Maka, tak ada lagi yang menjadi penghalang pasa kebaikan.
Sebaliknya, jika seseorang terus tidur dan mengabaikan panggilan Allah, maka ia bangun dalam keadaan khaslan: malas, sumpek, tidak bersemangat. Bukan karena kurang kopi, tapi karena masih terikat oleh godaan setan.
Kemenangan pertama setiap hari dimulai saat kita bangun Subuh. Jika Subuh kita kuat, insyaAllah hari kita kuat. Jika Subuh kita kalah, hari kita mudah goyah. Maka mari kita latih diri dengan tidur lebih awal, pasang niat kuat untuk bangun, bangun saat alarm pertama, langsung duduk dan berzikir. Jangan beri ruang pada bisikan “sebentar lagi”.
Semoga Allah melepaskan kita dari ikatan-ikatan setan, menjadikan kita hamba yang ringan melangkah ke masjid, dan memberi kita jiwa yang baik dan penuh semangat mengerjakan perintah Allah.
Kultum Subuh di Masjid An Nuur Sidowayah pada 24 Februari 2026, disampaikan oleh Muhammad Nashruddin (Nashru), santri Ponpes Qoryatul Qur'an yang bertugas Safari Dakwah Ramadan 1447 H


