NqpdMaBaMqp7NWxdLWR6LWtbNmMkyCYhADAsx6J=

MASIGNCLEANLITE104

Perbanyak Puasa di Bulan Syakban

MEDIA AN NUUR─Jelang Ramadan, tepatnya di bulan Syakban, banyak amalan yang bisa kita lakukan dalam menyambut bulan suci ini. Amalan yang menjadi persiapan agar bisa maksimal melaksanakan amalan Ramadan.

عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنَ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ؟ فَقَالَ: «ذَاكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ.

Dari Usamah bin Zaid r.a., ia berkata: “Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, aku tidak melihat engkau berpuasa pada suatu bulan sebagaimana engkau berpuasa di bulan Sya’ban.’ Beliau ﷺ bersabda: ‘Itu adalah bulan yang sering dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadan. Pada bulan itu amal-amal diangkat kepada Rabb semesta alam, dan aku ingin amalanku diangkat dalam keadaan aku berpuasa.’” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i)

Ustaz Fauzan
Ustaz Fauzan sampaikan anjuran memperbanyak puasa di bulan Syakban

Rasulullah Saw. memperbanyak puasa di bulan Syakban karena bulan ini sering dilalaikan manusia, berada di antara dua bulan besar yaitu Rajab dan Ramadan. Pada bulan Syakban, amal-amal manusia diangkat kepada Allah Swt., sehingga Rasulullah ﷺ sangat menyukai jika amalnya diangkat dalam keadaan berpuasa.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: إِذَا انْتَصَفَ شَعْبَانُ فَلَا تَصُومُوا

Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah ﷺ bersabda: “Apabila bulan Sya’ban telah mencapai pertengahannya, maka janganlah kalian berpuasa.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Sebagian ulama menilai hadis ini hasan, dan memahaminya sebagai larangan puasa sunnah yang baru dimulai setelah pertengahan Syakban, bukan bagi orang yang sudah terbiasa puasa (seperti puasa Senin–Kamis) atau puasa qadha dan nazar.

Sebagian masyarakat kita melaksanakan malam Nisfu Syakban, padahal hadisnya dhaif. Berikut ini adalah salah satu hadis dhaif tentang Nisfu Syakban:

إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا، وَصُومُوا نَهَارَهَا، فَإِنَّ اللَّهَ يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا، فَيَقُولُ: أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ فَأَغْفِرَ لَهُ…

Apabila datang malam pertengahan bulan Sya‘ban, maka bangunlah pada malamnya dan berpuasalah pada siangnya, karena Allah turun ke langit dunia sejak terbenam matahari lalu berfirman: ‘Adakah orang yang memohon ampun, maka Aku ampuni…’”

Hadis ini tidak bisa dijadikan dasar untuk mengkhususkan ibadah tertentu (seperti salat dan puasa khusus Nisfu Sya‘ban), namun sebagian ulama membolehkan amalan umum seperti doa dan istighfar tanpa keyakinan adanya tuntunan khusus dari Nabi Saw.

Kesimpulannya, kita dianjurkan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban sebagai persiapan ruhani menuju Ramadan, sementara hadis lemah tentang malam Nisfu Syakban mengingatkan kita agar tidak mengkhususkan ibadah tertentu tanpa dalil yang kuat.

Pengajian warga Sidowayah RT 01 RW 06 bersama Ustaz Fauzan Abu Darda, bertempat di rumah Bapak Ali Mursidi - Ibu Erna.

Share This Article :
Wakhid Syamsudin

Berusaha menjadi orang bermanfaat pada sesama melalui tulisan. Saat ini mengelola blog Media An Nuur (www.media-annuur.com), Bicara Cara (www.bicaracara.my.id), dan blog pribadi (www.syamsa.my.id)

2907636960708278822