NqpdMaBaMqp7NWxdLWR6LWtbNmMkyCYhADAsx6J=

MASIGNCLEANLITE104

Indikasi Ilmu yang Bermanfaat

MEDIA AN NUUR─Kita menuntut ilmu baik di sekolah, pengajian, HP, dengan melihat konten positif, itu adalah bentuk ikhtiar kita untuk mencari ilmu. Dan itu adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim.

Ilmu yang kita peroleh dari mana pun itu akan membentuk pribadi kita yang berilmu, tetapi kadang orang yang berilmu tidak berhasil membuat ilmu itu bermanfaat.

Kajian remaja
Kajian remaja tetap berjalan meski yang hadir sedikit

Ilmu sejatinya tidak hanya pemahaman, tapi juga memberikan manfaat yang nyata dalam kehidupan kita menuju kebaikan dan keberkahan.

Indikasi Ilmu yang Bermanfaat

Imam Al-Ghazali memberikan beberapa ciri-ciri ilmu yang bermanfaat:

1. Ilmu yang bisa menambah rasa takut kepada Allah Swt.

Jika tidak punya rasa takut, perlu dipertanyakan apakah benar ilmu yang kita dapatkan itu bermanfaat bagi kita atau tidak. Sedikit ilmu, sedikit pula rasa takutnya kepada Allah swt.

Surat Fathir ayat 28 menjelaskan bahwa di antara hamba-hamba Allah, hanya para ulama (orang-orang yang berilmu) yang benar-benar takut kepada-Nya, karena mereka memahami kebesaran dan kekuasaan-Nya.

Ulama memiliki ilmu yang pada akhirnya mengenalkan kepada Allah Swt., dan kebesaran-Nya. Kepintaran bukan indikasi ilmu yang bermanfaat, karena banyak orang yang berilmu juga bisa berbuat zalim dalam kehidupan ini.

2. Ilmu yang menambah kesadaran akan aib sendiri

Orang yang berilmu semakin menyadari bahwa dirinya hina, bukan sebaliknya, karena dengan ilmu orang akan rendah hati untuk membenahi dirinya sendiri menjadi lebih baik. Ilmu yang kita miliki bisa membuat kita untuk selalu merendahkan hati dan menjaga sikap hati-hati.

3. Ilmu menambah pengetahuan tentang hakikat ibadah

Menjadikan ilmu sebagai sarana belajar untuk meningkatkan diri, mendekatkan diri kepada Allah Swt., dan meningkatkan kualitas ibadah seseorang kepada Allah Swt.

4. Ilmu bisa mengurangi rasa cinta pada dunia dan menambah cinta pada akhirat

Allah tidak melarang manusia untuk mencari dunia, tapi melarang kita menjadi budak dunia. Pemahaman kita yang mendalam tentang segalanya, terutama Allah Swt., maka mampu mengurangi rasa cinta kepada dunia.

5. Ilmu memberikan pemahaman tentang penjagaan amal ibadah kita

Amal itu tidak sekadar dilaksanakan, tapi juga dijaga, menjaga dari kerusakan dan berhati-hati terhadap sikap riya’, agar semua menjadi amal lillahi ta‘ala. Selain beramal, juga berusaha menjaga amal itu supaya ikhlas dan terjaga oleh Allah Swt.

6. Ilmu menyadarkan tentang tipu daya setan

Tidak seorang pun yang luput dari tipu daya setan, maka dengan adanya ilmu menjadi senjata dan tameng diri kita untuk mengenali tipu daya setan dalam meneguhkan diri kita pada ketaatan kepada Allah Swt. Tipu daya setan itu sangat berbahaya dan nyata, maka kita harus berhati-hati dan mendalami lebih ilmu yang kita miliki.

Ringkasan kajian IRMAS An Nuur Sidowayah pada Ahad, 25 Januari 2026, bakda Isya, bersama Pak Wakhid Syamsudin.

Notulis: Safira Ni'matul Ulya

Share This Article :
Wakhid Syamsudin

Berusaha menjadi orang bermanfaat pada sesama melalui tulisan. Saat ini mengelola blog Media An Nuur (www.media-annuur.com), Bicara Cara (www.bicaracara.my.id), dan blog pribadi (www.syamsa.my.id)

2907636960708278822