NqpdMaBaMqp7NWxdLWR6LWtbNmMkyCYhADAsx6J=

MASIGNCLEANLITE104

Telaga Al-Kautsar

MEDIA ANNUUR─Setelah kematian, manusia akan dibangkitkan kembali untuk mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatannya di dunia, dan pada akhirnya surga serta neraka menjadi dua tempat akhir yang akan dituju sesuai dengan amal dan rahmat Allah.

Namun sebelumnya, ketika dibangkitkan, manusia dikumpulkan di Padang Mahsyar, untuk dihitung amalnya. Ada telaga yang berada di Padang Mahsyar, sebelum melewati Jembatan Shiratal Mustaqim, milik para Nabi.

Telaga Al-Kautsar
Ustaz Arif menjelaskan tentang Telaga Al-Kautsar 

Setiap Nabi memiliki telaga sebagai tempat minum bagi umatnya, dan Rasulullah Saw., berharap telaganya yang disebut Haudh Al-Kautsar, menjadi yang paling banyak dikunjungi.

إِنَّ لِكُلِّ نَبِيٍّ حَوْضًا، وَإِنَّهُمْ يَتَبَاهَوْنَ أَيُّهُمْ أَكْثَرُ وَارِدَةً، وَإِنِّي أَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَكْثَرَهُمْ وَارِدَةً

Sesungguhnya setiap nabi memiliki telaga, dan mereka saling berbangga (tentang) siapa yang paling banyak didatangi. Dan sungguh aku berharap telagaku menjadi yang paling banyak didatangi.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Rasulullah Saw., berharap banyak umat beliau yang selamat dan mendapat syafaat. Ini sekaligus menjadi motivasi bagi kaum muslimin untuk istikamah mengikuti sunnah agar termasuk orang-orang yang diperkenankan mendatangi telaga tersebut.

حَوْضِي مَسِيرَةُ شَهْرٍ، مَاؤُهُ أَبْيَضُ مِنَ اللَّبَنِ، وَرِيحُهُ أَطْيَبُ مِنَ الْمِسْكِ، وَآنيَتُهُ كَنُجُومِ السَّمَاءِ، مَنْ شَرِبَ مِنْهُ فَلَا يَظْمَأُ أَبَدًا

Telagaku luasnya sejauh perjalanan satu bulan. Airnya lebih putih daripada susu, baunya lebih harum daripada minyak kesturi, dan bejana-bejananya seperti bintang-bintang di langit. Barang siapa minum darinya, maka ia tidak akan haus selamanya.” (HR. Bukhari Muslim)

Jemaah Subuh
Jemaah Subuh di Sidowayah

Telaga Al-Kautsar adalah kemuliaan dan karunia besar yang Allah Swt. sediakan bagi umat Nabi Muhammad Saw., pada hari kiamat, yaitu telaga yang sangat luas sejauh perjalanan satu bulan, dengan air yang sangat jernih, putih melebihi susu, harum melebihi minyak kesturi, serta bejana-bejana yang berkilau seperti bintang di langit.

Siapa pun yang diberi kesempatan meminum darinya tidak akan merasakan haus selamanya, sehingga hadis ini menjadi penggerak semangat bagi kaum muslimin untuk menjaga keimanan, amal saleh, dan istikamah mengikuti sunnah Rasulullah agar kelak berhak mendatangi telaga tersebut.

Kesempatan mendatangi telaga Rasulullah Saw., tidak cukup hanya dengan klaim sebagai umat beliau atau kebersamaan di masa lalu, melainkan mensyaratkan istikamah dalam menjaga iman dan mengikuti sunnah Nabi hingga akhir hayat.

Siapa pun yang menyimpang, mengada-adakan perkara baru dalam agama, atau meninggalkan ajaran beliau setelah wafatnya, terancam dijauhkan dari telaga tersebut pada hari kiamat. Inilah yang diperingatkan oleh salah satu hadis Nabi berikut ini.

أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ، وَلَيُرْفَعَنَّ إِلَيَّ رِجَالٌ مِنْكُمْ، حَتَّى إِذَا أَهْوَيْتُ لِأُنَاوِلَهُمْ، اخْتُلِجُوا دُونِي، فَأَقُولُ: أَيْ رَبِّ أَصْحَابِي، فَيَقُولُ: إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ»

Aku akan mendahului kalian di telaga. Sungguh akan diangkat kepadaku beberapa orang dari kalian, hingga ketika aku hendak memberikan mereka minum, mereka dijauhkan dariku. Lalu aku berkata, ‘Wahai Rabbku, mereka adalah sahabat-sahabatku.’ Maka dikatakan kepadaku, ‘Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka perbuat setelah engkau wafat.’” (HR. Bukhari Muslim)

Agar termasuk orang yang dipanggil oleh Rasulullah Saw., untuk berkunjung ke Telaga Al-Kautsar, seorang muslim dituntut untuk senantiasa istikamah dalam menjaga iman dan amal ibadah, terutama dengan menjaga wudu dan ketaatan.

Sesungguhnya, ada tanda bekas wudu yang bercahaya sebagai ciri umat Nabi pada hari kiamat dan menjadi sebab dikenali serta dimuliakan di hadapan beliau, sehingga Nabi memanggilnya untuk menikmati air Telaga Al-Kautsar.

إِنَّ أُمَّتِي يُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ آثَارِ الْوُضُوءِ، فَمَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يُطِيلَ غُرَّتَهُ فَلْيَفْعَل

Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari kiamat dalam keadaan bercahaya pada wajah, tangan, dan kaki mereka karena bekas wudu. Maka siapa di antara kalian yang mampu memperpanjang cahayanya, hendaklah ia melakukannya.” (HR. Bukhari Muslim)

Marilah kita terus istikamah di atas iman dan sunnah Nabi, menjaga keikhlasan, menjauhi penyimpangan, serta terus memperbaiki amal hingga akhir hayat, sehingga kita termasuk umat yang dikenali, dipanggil, dan diberi kesempatan minum dari Telaga Kautsar yang penuh keberkahan itu.

Materi Kajian Gerakan Subuh Berjamaah di Masjid An Nuur Sidowayah pada Jumat, 30 Januari 2026 bersama Ustaz Arif Fahrudin, S.Pd.I (pengasuh Ponpes Modern Muhammadiyah Sangen, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PCM Weru)

Share This Article :
Wakhid Syamsudin

Berusaha menjadi orang bermanfaat pada sesama melalui tulisan. Saat ini mengelola blog Media An Nuur (www.media-annuur.com), Bicara Cara (www.bicaracara.my.id), dan blog pribadi (www.syamsa.my.id)

2907636960708278822