MEDIA AN NUUR─Tidak terasa kita telah memasuki bulan Syakban, dan sebentar lagi akan hadir tamu agung yang selalu dinanti oleh kaum muslimin, yaitu bulan suci Ramadan. Bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan ini menjadi kesempatan istimewa bagi kita untuk memperbanyak ibadah serta memperbaiki diri.
Sebagian saudara kita tidak sempat kembali berjumpa dengan bulan Ramadan karena telah lebih dahulu dipanggil oleh Allah Swt. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita mensyukuri nikmat umur dan kesehatan yang masih Allah karuniakan hingga saat ini, agar dapat menyambut dan mengisi bulan Ramadan dengan sebaik-baiknya.
![]() |
| Ustaz Wildan Al Muzakki ajak sambut Ramadan dengan membiasakan ibadah bersama anak |
Ada beberapa doa yang dianjurkan untuk dibaca sebelum memasuki bulan Ramadan, yang pada hakikatnya berisi harapan dan permohonan kepada Allah Swt., agar kita diberi umur panjang, kesehatan, serta kesempatan untuk kembali bertemu dan mengisi bulan suci Ramadan dengan amal ibadah yang terbaik.
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
“Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Syakban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadan.”
أللهمَّ سَلِّمْنِي مِنْ رَمَضَانَ، وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا
“Ya Allah, selamatkanlah aku hingga (berjumpa dengan) bulan Ramadan, selamatkanlah bulan Ramadan untukku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadan dengan penerimaan yang baik.”
Syakban adalah bulan pemanasan menuju Ramadan, maka marilah kita mulai menyiapkan diri dengan memperbanyak ibadah, membiasakan salat malam, melaksanakan puasa sunah, serta memperbanyak membaca Al-Qur’an agar saat Ramadan tiba kita sudah siap lahir dan batin.
![]() |
| Subuh berjamaah di Masjid An Nuur Sidowayah |
Membiasakan ibadah dan amal saleh tidak hanya dilakukan di bulan Ramadan saja, tetapi hendaknya terus dijaga sepanjang tahun. Amal yang sedikit namun dikerjakan secara rutin dan istikamah justru lebih Allah sukai dibandingkan amal yang banyak tetapi terputus-putus.
Jangan pula ibadah hanya dilakukan sendiri, tetapi ajaklah keluarga, terutama anak-anak. Walaupun anak-anak terkadang berisik di masjid, jangan sampai kita memarahi mereka hingga membuatnya enggan datang ke masjid, karena merekalah generasi penerus dan calon pemakmur masjid di masa depan.
عَلِّمُوا الصَّبِيَّ الصَّلَاةَ ابْنَ سَبْعِ سِنِينَ ، وَاضْرِبُوهُ عَلَيْهَا ابْنَ عَشْرٍ
“Ajarkan anak untuk salat di usia tujuh tahun, dan hukumlah jika meninggalkan salat di usia sepuluh tahun.” (HR. Tirmidzi)
Orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membimbing anak agar terbiasa salat sejak kecil. Anak mulai diajari salat ketika berusia tujuh tahun dengan cara yang lembut, penuh contoh, dan kesabaran. Membiasakan anak ikut ke masjid dan melihat orang tua beribadah akan membuat anak merasa senang dan tidak asing dengan salat.
Ketika anak sudah berusia sepuluh tahun namun masih meninggalkan salat, orang tua boleh memberi teguran atau hukuman yang mendidik, bukan dengan kekerasan. Tujuannya agar anak belajar disiplin dan memahami pentingnya salat dalam kehidupan. Semua itu harus dilakukan dengan kasih sayang, agar anak tumbuh menjadi pribadi yang cinta ibadah dan dekat dengan masjid.
Kita boleh mengiming-imingi anak dengan hadiah dalam rangka mengajak dan membiasakan mereka beribadah, sebagai langkah awal agar anak merasa senang melakukan kebaikan. Seiring waktu, ketika ibadah sudah menjadi kebiasaan, maka keikhlasan akan tumbuh dengan sendirinya dalam hati mereka.
![]() |
| Sarapan bersama |
Jauhkan anak dari HP dengan cara membatasi penggunaannya, karena dampak negatif dari penggunaan HP yang berlebihan sangat berbahaya bagi perkembangan anak, baik dari sisi akhlak, kesehatan, maupun kebiasaan ibadahnya.
Biasakan anak mendengar bacaan Al-Qur’an, baik melalui murattal yang diputar di rumah maupun dengan memberi contoh langsung, yaitu orang tua membiasakan membaca Al-Qur’an agar suasana rumah dipenuhi lantunan ayat-ayat suci.
Kajian Subuh di Masjid An Nuur Sidowayah pada Jumat, 23 Januari 2026 bersama Ustaz Wildan Al Muzakki, pengasuh PPTQ Muhammadiyah Atmo Wahjono dan PPM Muhammadiyah Sangen.




