NqpdMaBaMqp7NWxdLWR6LWtbNmMkyCYhADAsx6J=

MASIGNCLEANLITE104

Menjauhi Kebohongan

MEDIA AN NUUR─Allah memerintahkan kepada kita untuk senantiasa berkata benar dan menjauhi segala bentuk kebohongan, karena kejujuran merupakan akhlak mulia yang mendatangkan kebaikan, menumbuhkan kepercayaan, serta membawa keberkahan dalam kehidupan.

إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا، وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ، وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا. (رواه البخاري ومسلم)

Sesungguhnya kejujuran itu menuntun kepada kebaikan, dan kebaikan itu menuntun kepada surga. Seseorang akan terus berkata jujur hingga ia dicatat di sisi Allah sebagai orang yang sangat jujur. Dan sesungguhnya kebohongan itu menuntun kepada kefajiran, dan kefajiran itu menuntun kepada neraka. Seseorang akan terus berdusta hingga ia dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Bukhari dan Muslim) 

Kejujuran merupakan jalan menuju kebaikan dalam sikap dan perbuatan, dan kebaikan tersebut akan mengantarkan seseorang kepada surga, karena orang yang terus membiasakan diri berkata benar akan dicintai dan dicatat oleh Allah sebagai orang yang jujur.

Ibnu Kaab
Ustaz Ibnu Ka'ab ingatkan bahaya kebiasaan berbohong 

Sebaliknya, kebohongan akan menyeret seseorang kepada perbuatan dosa dan keburukan yang lebih besar, hingga akhirnya menuntun ke neraka, sebab kebiasaan berdusta dapat mengeraskan hati dan menjauhkan pelakunya dari rahmat Allah.

أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا، وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنَ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا: إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ، وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ، وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ. (رواه البخاري ومسلم)

Ada empat perkara; barang siapa yang ada padanya keempatnya, maka ia adalah munafik tulen. Dan barang siapa yang terdapat padanya salah satu dari sifat tersebut, maka pada dirinya terdapat satu sifat kemunafikan hingga ia meninggalkannya: apabila diberi amanah ia berkhianat, apabila berbicara ia berdusta, apabila berjanji ia mengingkari, dan apabila berselisih ia berbuat curang.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Empat tanda orang munafik tulen itu salah satu ciri yang paling menonjol adalah kebiasaan berdusta ketika berbicara, karena dusta menunjukkan rusaknya kejujuran dan lemahnya iman dalam diri seseorang.

Perilaku ini tidak hanya merusak kepercayaan orang lain, tetapi juga menandakan adanya sifat kemunafikan yang harus segera ditinggalkan, sebab Rasulullah menegaskan bahwa siapa pun yang membiarkan kebiasaan berdusta tetap melekat dalam dirinya berarti membiarkan benih kemunafikan tumbuh dan menguasai hati.

Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama meninggalkan kebiasaan berbohong dalam setiap ucapan dan perbuatan, karena dusta hanya akan merusak kepercayaan, mengotori hati, dan mendatangkan murka Allah.

Sebaliknya, dengan membiasakan berkata jujur, kita menjaga kehormatan diri, memperkuat iman, serta meneladani akhlak Rasulullah yang selalu berkata benar dalam keadaan apa pun.

Kajian Malam Selasa (Senin, 19 Januari 2026) di Masjid An Nuur Sidowayah bersama Ustaz Ibnu Ka'ab, S.Pd.I.

Share This Article :
Wakhid Syamsudin

Berusaha menjadi orang bermanfaat pada sesama melalui tulisan. Saat ini mengelola blog Media An Nuur (www.media-annuur.com), Bicara Cara (www.bicaracara.my.id), dan blog pribadi (www.syamsa.my.id)

2907636960708278822