MEDIA AN NUUR─Rasulullah ﷺ diutus untuk seluruh umat manusia dengan membawa petunjuk dan ilmu sebagai cahaya kehidupan, agar manusia mengenal kebenaran, memahami ajaran Allah, serta menjalani hidup sesuai tuntunan yang lurus.
Dalam menerima petunjuk dan ilmu tersebut, manusia memiliki tingkat pemahaman dan kesiapan yang berbeda-beda, ada yang mudah menerima dan mengamalkannya, ada pula yang memerlukan proses dan kesabaran dalam memahaminya.
![]() |
| Ustaz Amirul Hikam jelaskan tentang golongan manusia dalam menerima ilmu |
مَثَلُ مَا بَعَثَنِيَ اللَّهُ بِهِ مِنَ الْهُدَى وَالْعِلْمِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَصَابَ أَرْضًا، فَكَانَ مِنْهَا نَقِيَّةٌ قَبِلَتِ الْمَاءَ فَأَنْبَتَتِ الْكَلَأَ وَالْعُشْبَ الْكَثِيرَ، وَكَانَتْ مِنْهَا أَجَادِبُ أَمْسَكَتِ الْمَاءَ فَنَفَعَ اللَّهُ بِهَا النَّاسَ فَشَرِبُوا مِنْهَا وَسَقَوْا وَزَرَعُوا، وَأَصَابَ طَائِفَةً مِنْهَا أُخْرَى إِنَّمَا هِيَ قِيعَانٌ لَا تُمْسِكُ مَاءً وَلَا تُنْبِتُ كَلَأً، فَذَلِكَ مَثَلُ مَنْ فَقِهَ فِي دِينِ اللَّهِ وَنَفَعَهُ مَا بَعَثَنِيَ اللَّهُ بِهِ فَعَلِمَ وَعَلَّمَ، وَمَثَلُ مَنْ لَمْ يَرْفَعْ بِذَلِكَ رَأْسًا وَلَمْ يَقْبَلْ هُدَى اللَّهِ الَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ
“Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang Allah utus aku dengannya adalah seperti hujan yang turun ke bumi. Di antaranya ada tanah yang subur, menerima air lalu menumbuhkan banyak tanaman dan rumput. Ada pula tanah keras yang dapat menahan air, sehingga Allah memberi manfaat kepada manusia dengannya; mereka minum, memberi minum ternak, dan bercocok tanam. Dan hujan itu juga mengenai tanah yang lain, yaitu tanah tandus yang tidak dapat menahan air dan tidak pula menumbuhkan tanaman. Itulah perumpamaan orang yang memahami agama Allah dan mendapat manfaat dari apa yang Allah utus aku dengannya, lalu ia berilmu dan mengajarkannya; dan perumpamaan orang yang tidak peduli serta tidak menerima petunjuk Allah yang aku diutus dengannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Golongan pertama adalah orang yang hatinya bersih dan siap menerima kebenaran. Mereka diibaratkan seperti tanah subur yang menyerap air hujan lalu menumbuhkan tanaman. Golongan ini menerima petunjuk dan ilmu dari Nabi ﷺ, memahaminya dengan baik, kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Ilmu yang mereka miliki tidak berhenti pada pengetahuan semata, tetapi berbuah dalam bentuk amal saleh dan akhlak yang baik, sehingga manfaatnya kembali kepada diri mereka sendiri dan lingkungan sekitarnya.
Golongan kedua adalah orang yang mampu menyimpan dan menyampaikan ilmu, meskipun tidak sepenuhnya mengamalkannya secara sempurna. Mereka diibaratkan seperti tanah keras yang dapat menahan air, sehingga air tersebut dapat dimanfaatkan oleh orang lain.
Golongan ini menjaga ilmu, menghafalnya, lalu mengajarkannya kepada masyarakat, sehingga orang lain bisa mengambil manfaat berupa petunjuk dan kebaikan. Meskipun derajatnya di bawah golongan pertama, keberadaan mereka tetap sangat penting karena menjadi perantara tersebarnya ilmu dan ajaran Islam.
Golongan ketiga adalah orang yang menolak petunjuk dan tidak mau menerima ilmu yang dibawa oleh Nabi ﷺ. Mereka diibaratkan seperti tanah tandus yang tidak dapat menahan air dan tidak menumbuhkan tanaman. Hatinya tertutup dari kebenaran, sehingga ilmu dan nasihat tidak memberi pengaruh apa pun, baik bagi dirinya maupun orang lain.
Golongan ini menjadi peringatan agar seorang Muslim tidak berpaling dari ilmu dan petunjuk Allah, karena sikap acuh tak acuh terhadap kebenaran akan menghilangkan keberkahan hidup.
Salah satu poin pembahasan pada Pengajian Ahad Pagi, 25 Januari 2026 di Masjid Al Hidayah Sangen dengan pemateri Ustaz Amirul Hikam, S.Pd.I.


