MEDIA AN NUUR─Ilmu tidak sebatas pada pemahaman, nilai, atau angka semata, tetapi ia seharusnya memberi manfaat nyata dalam kehidupan, membimbing sikap dan perbuatan, serta mengantarkan manusia pada kebaikan dan keberkahan.
Indikasi Ilmu Bermanfaat
Imam Al-Ghazali memberikan beberapa ciri atau indikasi ilmu yang bermanfaat, yang patut kita pahami bersama dan kita jadikan sebagai bahan muhasabah agar ilmu yang kita miliki benar-benar membawa kebaikan dalam kehidupan.
1. Ilmu yang bisa menambah rasa takut kepada Allah
Indikasi ilmu yang bermanfaat adalah semakin bertambahnya rasa takut kepada Allah; maka patut kita renungkan, apakah dengan ilmu yang kita miliki ketakutan dan ketaatan kita kepada Allah benar-benar semakin meningkat sebagai tanda keilmuan kita.
![]() |
| Ustaz Amirul Hikam sampaikan tentang indikasi ilmu bermanfaat |
Orang yang sedikit ilmunya akan sedikit pula rasa takutnya kepada Allah, karena keterbatasan pemahaman membuatnya belum mengenal dan menyadari kebesaran serta keagungan-Nya dengan sempurna.
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ
“Sesungguhnya yang paling takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama.” (QS. Fāṭir: 28)
Kepintaran bukanlah indikasi ilmu yang bermanfaat, karena tidak sedikit orang yang cerdas justru menggunakan kepintarannya untuk berbuat zalim dan menimbulkan kerusakan di muka bumi.
2. Ilmu yang menambahkan kesadaran akan aib diri sendiri
Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang menambah kesadaran akan aib diri sendiri, bukan ilmu yang menyesatkan atau sibuk menyalahkan orang lain, karena dengan kesadaran itu seseorang akan semakin rendah hati dan lebih sibuk memperbaiki serta membenahi dirinya.
Bukan ilmu yang membuat seseorang lupa akan aib dirinya lalu sibuk menyalahkan orang lain dan menganggap pendapat keilmuan orang lain selalu keliru, tetapi ilmu yang menumbuhkan kerendahan hati dan kehati-hatian dalam menilai serta bersikap.
3. Ilmu yang bermanfaat menambah pengetahuan hakikat ibadah
Ilmu yang bermanfaat akan menambah pengetahuan tentang hakikat ibadah, menjadikan ilmu sebagai sarana untuk memahami cara beramal dengan benar sehingga kualitas amal semakin meningkat dan lebih bernilai di sisi Allah.
Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang memahamkan kita akan keutamaan salat berjemaah, sehingga kita tidak hanya merasa cukup dengan sekadar menunaikan salat, tetapi juga berusaha meraih keutamaannya dengan melaksanakannya secara berjemaah.
4. Ilmu yang bermanfaat bisa mengurangi rasa cinta dunia dan menambah cinta pada akhirat
Ilmu yang bermanfaat mampu mengurangi rasa cinta berlebihan kepada dunia dan menumbuhkan kecintaan kepada akhirat, sehingga orientasi kehidupan dunia diarahkan sebagai sarana untuk meraih kebahagiaan dan keselamatan di akhirat.
Berprofesi apa pun, baik sebagai dokter, insinyur, maupun pekerjaan lainnya, semuanya hendaknya ditujukan sebagai jalan untuk mencari bekal akhirat dengan meniatkannya sebagai ibadah dan sarana mendekatkan diri kepada Allah.
Allah tidak melarang manusia untuk mencari dan menikmati dunia, namun Allah melarang kita menjadikannya sebagai tujuan utama hingga kita menjadi budak dunia dan melalaikan akhirat.
5. Ilmu yang bermanfaat akan memberi pemahaman terhadap penjagaan amal
Ilmu yang bermanfaat akan memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga amal, membuat kita sibuk merawat dan melindungi amal dari berbagai perusaknya, serta berhati-hati dari sifat riya agar amal tetap ikhlas dan diterima oleh Allah.
Kita belajar, beribadah, dan bermuamalah dengan senantiasa menjaga niat agar semua menjadi amal lillahi ta‘ala, sekaligus berusaha membersihkannya dari berbagai penyakit hati yang dapat merusak keikhlasan.
Ketika setan tidak mampu menjauhkan seseorang dari ibadah, ia akan berusaha menjauhkannya dari keikhlasan sehingga amal yang dilakukan menjadi kosong, dan di sinilah pentingnya ilmu yang bermanfaat sebagai benteng agar amal tetap ikhlas dan terjaga nilainya di sisi Allah.
6. Ilmu yang bermanfaat menyadarkan tentang tipu daya setan
Tidak ada seorang pun yang luput dari tipu daya setan, baik orang awam maupun para ulama, maka ilmu yang bermanfaat itulah yang menjadi senjata bagi kita untuk mengenali tipu dayanya, menjaga keikhlasan, dan meneguhkan langkah di jalan ketaatan.
Setan merasa lebih kesulitan membujuk dan menipu ahli ilmu, sementara ia justru lebih mudah menggoda ahli ibadah yang beramal tanpa landasan ilmu yang kuat. Itulah ilmu yang memberi manfaat bagi pemiliknya.
Kesimpulannya, ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang menumbuhkan takut kepada Allah, menjaga keikhlasan, memperbaiki amal, dan mengarahkan kehidupan dunia sebagai bekal menuju akhirat.
Salah satu poin pembahasan pada Pengajian Ahad Pagi, 25 Januari 2026 di Masjid Al Hidayah Sangen dengan pemateri Ustaz Amirul Hikam, S.Pd.I.


