MEDIA AN NUUR─Manusia pasti diberi ujian dalam hidupnya. Ada yang mampu bersabar dan ada pula yang tidak kuat menanggungnya. Ujian yang datang di siang hari belum tentu selesai ketika malam tiba. Bahkan sebagian ujian ada yang harus dijalani bertahun-tahun lamanya tanpa tahu kapan berakhir.
Dalam perjalanan menghadapi ujian itulah terlihat perbedaan antara satu hamba dengan hamba yang lain. Ada yang tetap berikhtiar dengan penuh tawakal, ada pula yang mudah menyerah. Ikhtiar yang terus diiringi kesabaran itulah yang pada akhirnya menguatkan hati dan mengangkat derajat seseorang di sisi Allah.
Menurut Imam Al-Qurthubi, setiap manusia memiliki penjaga yang senantiasa mengawasinya, yaitu para malaikat. Mereka ditugaskan oleh Allah untuk menjaga, mencatat amal perbuatan, serta melindungi manusia dari berbagai bahaya sampai datang ketentuan Allah.
Para malaikat inilah yang mengiringi perjalanan hidup seorang hamba, baik di waktu siang maupun malam, memastikan bahwa tak satu pun peristiwa terjadi kecuali dengan izin-Nya. Apa yang kita ucapkan tak lepas dari pencatatannya, termasuk respon kita saat mendapat ujian.
![]() |
| Ustaz Haidar Mubarak menyampaikan tentang ujian hidup manusia |
Dalam menghadapi setiap ujian, kita tidak boleh hanya pasrah tanpa usaha. Kita diperintahkan untuk berikhtiar, berusaha semaksimal mungkin, dan mengubah keadaan menuju arah yang lebih baik. Ikhtiar inilah yang menjadi tanda kesungguhan seorang hamba dalam mencari jalan keluar, sebelum akhirnya menyerahkan hasil sepenuhnya kepada Allah.
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan tidak ada bagi mereka pelindung selain Dia.” (QS. Ar-Ra‘d ayat 11)
Agar ikhtiar kita bernilai di sisi Allah, maka semuanya harus diniatkan sebagai ibadah dan dilakukan dengan ikhlas karena-Nya. Kita meyakini bahwa hanya kepada Allah kita menyembah dan hanya kepada-Nya kita memohon pertolongan.
Dengan keyakinan itu, hati menjadi lebih tenang, karena sungguh Allah selalu bersama prasangka hamba-Nya. Siapa yang berprasangka baik, maka Allah akan memberikan kebaikan dalam setiap langkahnya. Ujian membuat semakin dekat dengan-Nya.
Sebagian manusia justru menempuh jalan yang salah ketika menghadapi ujian. Mereka berikhtiar dengan cara yang mendekat kepada kemaksiatan, bahkan sampai meninggalkan salat. Ujian malah membuat mereka semakin jauh dari-Nya. Padahal, ujian seharusnya menjadi pintu untuk kembali, bukan alasan untuk berpaling.
Kajian Ahad Pagi, 30 November 2025, di Masjid Al Hidayah Sangen bersama Ustaz Haidar Mubarak Lc., M.H. (Wakil Direktur Ponpes Muhammadiyah Imam Syuhodo)


