MEDIA AN NUUR─Setelah kita dibangkitkan dari kematian, kita akan dikumpulkan di Padang Mahsyar untuk dihitung seluruh amal selama hidup di dunia. Siapa yang berat timbangan amal kebaikannya maka surga menjadi balasannya, sedangkan siapa yang lebih berat timbangan amal keburukannya maka neraka menjadi tempat kembalinya.
Amal kebaikan yang dilakukan di dunia pun harus berlandaskan keimanan kepada Allah, karena satu-satunya keyakinan yang diakui oleh-Nya adalah agama Islam. Maka, ajaran dari agama lainnya tidak akan diterima oleh Allah, meski berapapun banyak kebaikan yang dilakukan.
وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ لِيَجْزِيَ الَّذِينَ أَسَاءُوا بِمَا عَمِلُوا وَيَجْزِيَ الَّذِينَ أَحْسَنُوا بِالْحُسْنَىٰ
“Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, agar Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat buruk sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan, dan agar Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan balasan yang terbaik.” (QS. An-Najm: 31)
![]() |
| Ustaz Arif ingatkan tentang tanggung jawab di hari akhir |
Mayoritas manusia tidak selalu berada di atas kebenaran, sebab banyak di antara mereka hanya mengikuti hawa nafsu, tradisi, atau persangkaan tanpa ilmu. Karena itu, kebenaran tidak diukur dari banyaknya pengikut, tetapi dari petunjuk Allah dan Rasul-Nya.
وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ ۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ
“Dan jika engkau menuruti kebanyakan orang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan belaka, dan mereka hanyalah membuat kebohongan.”(QS. Al-An‘am: 116)
Sesungguhnya, waktu perhitungan amal manusia semakin dekat, namun kebanyakan manusia justru hidup dalam kelalaian dan berpaling dari peringatan Allah, seakan-akan hari itu masih jauh, padahal setiap detik kita semakin mendekatinya.
اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ مُّعْرِضُونَ
“Telah semakin dekat kepada manusia perhitungan (amal mereka), sedang mereka dalam keadaan lalai dan berpaling.” (QS. Al-Anbiya: 1)
![]() |
| Jamaah Subuh |
Kelak pada hari akhir, kita akan dimintai pertanggungjawaban atas setiap amalan yang kita lakukan selama hidup di dunia, sekaligus memikul tanggung jawab atas segala urusan yang berada di bawah kepemimpinan kita.
كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya…” (HR. Bukhari dan Muslim)
Suami bertanggung jawab terhadap keluarganya, istri bertanggung jawab atas urusan rumah tangga yang menjadi amanahnya, dan para penguasa memikul tanggung jawab atas segala yang mereka pimpin dalam pemerintahan.
Selain itu, di hari kiamat kita juga akan diminta pertanggungjawaban atas setiap nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, apakah digunakan dengan benar sesuai perintah-Nya atau disia-siakan selama hidup di dunia.
ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ
“Kemudian pada hari itu pasti kalian akan ditanyai tentang kenikmatan (yang telah kalian peroleh).” (QS. At-Takatsur: 8)
![]() |
| Sarapan bersama |
Maka tidak ada seorang pun yang dapat terbebas dari tanggung jawab atas apa yang terjadi selama hidup di dunia, karena setiap amal, pilihan, dan nikmat akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah.
Materi Kajian Gerakan Subuh Berjamaah di Masjid An Nuur Sidowayah pada Jumat, 28 November 2025 bersama Ustaz Arif Fahrudin, S.Pd.I. (pengasuh Ponpes Modern Muhammadiyah Sangen, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PCM Weru)




