NqpdMaBaMqp7NWxdLWR6LWtbNmMkyCYhADAsx6J=

MASIGNCLEANLITE104

Agar Ibadah Allah Terima

MEDIA AN NUUR─Kajian remaja meski dihadiri sedikit peserta tetap perlu kita istikamah­kan, karena kegiatan ini menjadi sarana penting untuk menjaga semangat dalam menuntut ilmu. Konsistensi dalam hadir dan belajar akan membentuk karakter remaja yang lebih kuat dan dekat dengan nilai-nilai Islam.

Dari kajian ini pula kita bisa memperdalam ilmu agama yang menjadi bekal dalam mendukung ibadah kepada Allah. Pengetahuan yang benar akan menuntun kita dalam memperbaiki amal, menguatkan keikhlasan, serta menumbuhkan kesadaran bahwa ibadah membutuhkan ilmu sebagai pijakan utama.

ÙˆَÙ…َا Ø®َÙ„َÙ‚ْتُ الْجِÙ†َّ ÙˆَالْØ¥ِنسَ Ø¥ِÙ„َّا Ù„ِÙŠَعْبُدُونِ

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)

Kajian remaja
Ustaz Ibnu Ka'ab menyampaikan pentingnya kajian bagi remaja

Ada ibadah mahdah yang sudah Allah gariskan dan wajib kita jalankan sesuai tuntunan, namun ibadah ghairu mahdah juga tidak kalah penting karena mencerminkan akhlak serta kepedulian kita dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan menjaga hubungan baik dengan tetangga termasuk bagian dari ibadah yang harus kita jaga.

Agar Ibadah Diterima Allah

Ada setidaknya empat hal yang mempengaruhi amal ibadah kita, bagaimana agar Allah menerima amalan tersebut di sisi-Nya.

1. Niat

Niat adalah sepertiga dari agama, karena niat menjadi dasar utama yang menentukan nilai sebuah amal di sisi Allah. Tanpa niat yang benar, ibadah yang tampak besar sekalipun tidak memiliki makna. Niat meluruskan tujuan, mengarahkan hati, serta membedakan antara ibadah dan kebiasaan.

Ø¥ِÙ†َّÙ…َا الأَعْÙ…َالُ بِالنِّÙŠَّاتِ، ÙˆَØ¥ِÙ†َّÙ…َا Ù„ِÙƒُÙ„ِّ امْرِئٍ Ù…َا Ù†َÙˆَÙ‰

Sesungguhnya setiap amal itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (Muttafaqun ‘alaih)

2. Ikhlas

Yang lebih menakutkan dari fitnah Dajjal adalah syirik yang samar, karena bentuknya sering tidak disadari dan bisa menyusup ke dalam hati tanpa terasa. Syirik kecil seperti riya’, mencari pujian, atau menyandarkan keberhasilan kepada selain Allah dapat merusak amal seseorang meskipun tampak baik di mata manusia.

Inilah yang membuatnya lebih berbahaya karena tersembunyi, halus, dan sulit dideteksi, sehingga seorang hamba harus selalu menjaga hati, meluruskan niat, serta memohon perlindungan kepada Allah dari segala bentuk kesyirikan yang tampak maupun yang tidak terlihat. Maka ikhlas menjadi penentu diterimanya amal kita.

3. Ilmu

Salah satu syarat ibadah diterima adalah ilmu, karena tanpa ilmu seseorang tidak mungkin dapat beramal dengan benar sesuai tuntunan. Kajian remaja seperti ini hadir untuk mengingatkan bahwa memahami ilmu ibadah adalah bagian penting dari persiapan sebelum beramal.

Dengan ilmu, seorang remaja muslim tahu mana yang benar, mana yang salah, serta bagaimana melaksanakan ibadah sesuai syariat; sebab amal tanpa ilmu tidak mungkin bisa dilakukan dengan benar dan tidak akan bernilai di sisi Allah.

4. Sabar

Sejatinya amal itu harus dilakukan secara kontinyu, tidak hanya sesaat atau ketika semangat saja, karena konsistensi menunjukkan kesungguhan seorang hamba dalam beribadah. Untuk menjaga kontinuitas tersebut, sabar menjadi keharusan.

Kajian Irmas
Kajian tetap berjalan meski sedikit yang hadir

Sabar harus ada dalam memulai amal, sabar dalam menjaganya, maupun sabar dalam menghadapi godaan yang membuat kita lalai. Dengan sabar, amal kecil yang dilakukan terus-menerus akan lebih dicintai Allah daripada amal besar yang hanya dilakukan sekali lalu ditinggalkan.

Kajian Remaja di Masjid An Nuur Sidowayah pada Ahad, 30 November 2025 bakda Salat Isya bersama Ustaz Ibnu Ka'ab, S.Pd.I. (guru MIN 5 Sukoharjo).

Share This Article :
Wakhid Syamsudin

Berusaha menjadi orang bermanfaat pada sesama melalui tulisan. Saat ini mengelola blog Media An Nuur (www.media-annuur.com), Bicara Cara (www.bicaracara.my.id), dan blog pribadi (www.syamsa.my.id)

2907636960708278822