NqpdMaBaMqp7NWxdLWR6LWtbNmMkyCYhADAsx6J=

MASIGNCLEANLITE104

Murni Menyembah Allah, Baik kepada Manusia

MEDIA AN NUUR─Kita diperintahkan oleh Allah untuk menyembah-Nya semata tanpa menyekutukan-Nya dengan apa pun, karena hanya Dia satu-satunya yang memiliki kekuasaan mutlak untuk memberi manfaat maupun menimpakan mudarat.

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلْقَيِّمَةِ

Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali untuk menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya, sebagai hanif, dan agar mereka mendirikan salat serta menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al-Bayyinah: 5)

Dengan memahami bahwa segala kebaikan, perlindungan, serta takdir hidup bersumber dari Allah, maka hati kita diarahkan untuk bertawakal, tunduk, dan beribadah dengan penuh keikhlasan tanpa berharap kepada selain-Nya.

Ustaz Danuri
Ustaz Danuri mengingatkan pentingnya baik pada sesama setelah taat pada Allah

Kita hendaklah memurnikan ketaatan hanya kepada Allah dalam segala bentuk penyembahan, karena Dialah satu-satunya yang berkuasa menentukan manfaat dan mudarat. Oleh sebab itu, kita tidak boleh meyakini adanya bahaya atau kekuatan gaib dari hal-hal seperti penunggu pohon, penjaga laut, atau keyakinan mistis lainnya, sebab anggapan seperti itu justru mengurangi tauhid dan membawa hati bersandar pada selain Allah.

Setelah itu, kita diperintahkan untuk menegakkan salat sebagai bentuk hubungan vertikal antara hamba dan Allah, yang memperkokoh iman serta menghadirkan ketenangan hati. Sementara zakat diwajibkan sebagai hubungan horizontal antarsesama manusia, bentuk kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Maka seharusnya, seorang hamba yang baik hubungannya dengan Allah akan tampak pula baik hubungannya dengan sesama manusia, karena ketaatannya memancar dalam akhlak dan perilaku sosial.

Jika seseorang rajin salat namun masih suka menyakiti, meremehkan, atau merugikan orang lain, maka kualitas salatnya patut dipertanyakan, sebab salat semestinya mencegah dari perbuatan keji dan munkar serta memperbaiki hubungan manusia dengan lingkungannya.

Agama yang lurus adalah ketika kita mampu menyelaraskan hubungan dengan Allah melalui ibadah yang ikhlas dan benar, sekaligus menghadirkan kebaikan kepada sesama manusia dalam bentuk akhlak mulia, kepedulian, dan perilaku yang tidak merugikan orang lain.

Pengajian warga Sidowayah RT 01 RW 06 di rumah Bapak Warsito-Ibu Ibmawati pada 27 November 2025, bersama Ustaz H. Danuri, M.Ag. (Ketua PRM Ngreco)

Share This Article :
Wakhid Syamsudin

Berusaha menjadi orang bermanfaat pada sesama melalui tulisan. Saat ini mengelola blog Media An Nuur (www.media-annuur.com), Bicara Cara (www.bicaracara.my.id), dan blog pribadi (www.syamsa.my.id)

2907636960708278822