NqpdMaBaMqp7NWxdLWR6LWtbNmMkyCYhADAsx6J=

MASIGNCLEANLITE104

Prabowo Subianto: Paradoks Indonesia dan Solusinya, Ajakan Membangun Kesadaran Bersama

MEDIA AN NUUR─Saya penasaran dengan buku Pak Prabowo Subianto berjudul Paradoks Indonesia dan Solusinya, dan ketika saya mengetik judul buku tersebut di mesin pencari, ternyata muncul tautan file PDF resmi yang tersedia di situs resmi beliau, klik di sini

  • Judul Buku: Paradoks Indonesia dan Solusinya
  • Penulis: Prabowo Subianto
  • Penerbit: PT. Media Pandu Bangsa
  • ISBN: 978-602-51541-5-7
  • Versi Digital: Agustus 2023
  • Tebal: 224 halaman

Menurut Pak Prabowo, Indonesia merdeka untuk jadi negara yang kuat dan terhormat. Namun sayangnya, sampai sejauh ini tujuan itu belum tercapai, bahkan masih jauh dari taraf kesejahteraan yang sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa.

Paradoks Indonesia
Ebook Paradoks Indonesia dan Solusinya

Pak Prabowo mengajak pembaca buku ini untuk turut memahami kondisi negara kita, memahami tantangan yang ada, yang kemudian beliau ajak untuk turut ambil peran dalam perjuangan mewujudkan negara yang rakyatnya hidup sejahtera.

Menurut pengakuan beliau, keputusan masuk ke dunia politik berangkat dari sebuah kesadaran setelah mempelajari sejarah bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa lain. Beliau banyak diskusi dengan ratusan pakar ekonomi, pelaku usaha, dan negarawan dari Indonesia dan mancanegara, sekaligus berangkat dari pengalaman puluhan tahun mengabdi sebagai prajurit dan sebagai pengusaha.

Dalam pemahaman Pak Prabowo, kesadaran bahwa sistem ekonomi dan politik yang dipilih oleh para pendiri bangsa adalah pilihan terbaik untuk membangun Indonesia dan mencapai cita-cita kemerdekaan, yaitu sistem ekonomi dan demokrasi Pancasila atau sistem ekonomi konstitusi.

Indonesia kaya akan sumber daya alam dan sumber daya manusia, tetapi sebagian besar rakyat Indonesia saat ini masih hidup dalam kemiskinan. Kondisi inilah yang beliau sebut sebagai Paradoks Indonesia. (hal. 27)

Pengelolaan ekonomi di negeri ini belum sesuai dengan amanat sistem ekonomi negara di pasal 33. Malah menurut beliau, saat ini kita terperangkap dalam sistem ekonomi oligarki, baik di tingkat nasional ataupun di tingkat daerah.

Dalam sistem oligarki, perekonomian negara dikuasai oleh segelintir orang-orang super kaya. Dengan uang, mereka memiliki kekuasaan yang berlebih. Kekuasaan mereka banyak menentukan kehidupan ekonomi dan politik dari bangsa kita.

Sampai-sampai, mereka bisa memesan kebijakan dan menentukan siapa-siapa saja yang boleh impor barang kebutuhan pokok rakyat Indonesia. Mereka juga bisa menentukan siapa yang jadi pemimpin karena punya kemampuan untuk menjadi penyandang dana utama kampanye politik.

Pengelolaan kekayaan negara adalah keputusan politik. Ketika keputusan politik itu keliru maka rakyat semakin miskin. Sebaliknya, keputusan-keputusan politik yang tepat akan membuat rakyat kita semakin sejahtera.

Ada dua masalah besar yang diangkat oleh Pak Prabowo dalam bukunya ini, yang menurut beliau sangat berpengaruh pada kemajuan bangsa dan kemakmuran rakyat. Pertama, fakta aliran kekayaan negara lari ke luar negeri karena kebijakan yang tidak tepat. Kedua, demokrasi kita dipengaruhi oleh pemodal besar.

Solusinya tentu harus bisa menghentikan aliran kekayaan negara yang lari ke luar negeri, sehingga negara kita punya modal yang cukup untuk meningkatkan kompleksitas hasil usaha kita dan jadi pelopor ekonomi dunia.

Kemudian, memastikan demokrasi kita tidak mudah dikuasai oleh pemodal besar, karena jika tidak, kecil kemungkinan negara Indonesia memiliki lapis kepemimpinan yang dapat berdiri tegak dan mengambil keputusan politik yang tepat.

Pak Prabowo percaya dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang kita miliki seharusnya kita tidak hidup dalam ketimpangan dan kemiskinan. Beliau mengajak untuk turut memahami kondisi negara kita, memahami dua tantangan besar itu, dan turut ambil peran dalam perjuangan mewujudkan negara yang sejahtera.

“Semoga Tuhan Maha Besar senantiasa merestui perjuangan kita, dan semoga kita selalu kuat, iman kita kuat, keyakinan kita kuat, keberanian kita kuat untuk cinta dan bela tanah air kita, sehingga setidaknya cita-cita para pendiri bangsa dapat terwujud di 100 tahun kemerdekaan Indonesia tahun 2045.” (hal. 219)

Share This Article :
Wakhid Syamsudin

Berusaha menjadi orang bermanfaat pada sesama melalui tulisan. Saat ini mengelola blog Media An Nuur (www.media-annuur.com), Bicara Cara (www.bicaracara.my.id), dan blog pribadi (www.syamsa.my.id)

2907636960708278822