MEDIA AN NUUR–Dalam hidup ini, terkadang Allah memberikan kejutan berupa ujian yang datang secara tiba-tiba. Oleh karena itu, kita dituntut untuk senantiasa menyiapkan mental, menguatkan iman, dan melapangkan hati.
Dengan begitu, kita akan mampu menghadapi setiap keadaan dengan sabar dan tawakal. Kita harus meyakini bahwa apa yang Allah tetapkan untuk menimpa kita tidak akan pernah meleset.
وَاعْلَمْ أَنَّ مَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيبَكَ، وَمَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ
“Ketahuilah, bahwa apa yang luput darimu tidak akan pernah menimpamu, dan apa yang menimpamu tidak akan pernah luput darimu.” (HR. Abu Dawud)
![]() |
| Ustaz Fauzan mengajak siap mental hadapi musibah yang bisa datang kapan saja |
Keyakinan ini mengajarkan kita untuk tidak mudah goyah ketika ujian datang, tetap berikhtiar mencari jalan keluar, serta percaya bahwa setiap ketetapan Allah mengandung hikmah yang mungkin belum kita pahami saat ini.
Ketika tertimpa musibah, ada doa yang diajarkan Rasulullah saw., untuk memohon pahala atas kesabaran kita dan pengganti yang lebih baik dari Allah.
Doa ketika tertimpa musibah
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي، وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا
Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji‘uun. Allaahumma’jurnii fii mushiibatii, wa akhlif lii khairan minhaa.
“Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali. Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku ini dan gantilah untukku dengan sesuatu yang lebih baik darinya.” (HR. Muslim)
Ada sebuah kisah, seorang perempuan yang menangis di sisi kuburan karena kehilangan orang yang dicintainya. Rasulullah saw. menasihatinya agar bertakwa kepada Allah dan bersabar.
Perempuan itu mengabaikan nasihat itu karena tidak tahu bahwa yang menasihati adalah Nabi. Setelah mengetahui bahwa orang yang menasihatinya adalah Rasulullah saw., perempuan itu mendatangi beliau dan meminta maaf.
Rasulullah saw. kemudian menyampaikan bahwa kesabaran yang sesungguhnya tampak ketika musibah baru pertama kali menghantam.
إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الْأُولَى
“Sesungguhnya kesabaran itu hanyalah pada saat pertama kali tertimpa musibah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kita tidak selalu bisa mencegah datangnya musibah, tetapi kita bisa mempersiapkan iman dan mental agar ketika musibah datang secara mendadak, kita mampu menghadapinya dengan sabar dan tetap berprasangka baik kepada Allah.
Pengajian warga Sidowayah RT 02 RW 06 pada Rabu, 21 Oktober 2026 di rumah Bapak Suratno–Ibu Yeni Murniati, dengan pemateri Ustaz Fauzan Abu Darda, pengajar di Ma'had Ittibaussunnah Tawang Weru.


