NqpdMaBaMqp7NWxdLWR6LWtbNmMkyCYhADAsx6J=

MASIGNCLEANLITE104

Pengaruh Besar Kehalalan Rezeki dalam Mendidik Anak

MEDIA AN NUUR–Pentingnya menjaga kehalalan rezeki dalam keluarga menjadi salah satu pesan yang disampaikan Ustaz Dr. Ery Prasetya, S.H., S.Psi., M.Psi., Psikolog, dalam Pengajian Ahad Pagi, 11 Oktober 2026, di Masjid Al Hidayah Sangen, Krajan, Weru.

Ustaz Ery, sapaan akrab beliau, merupakan psikolog anak, motivator Islam, sekaligus tokoh masyarakat di Soloraya yang aktif dalam bidang pendidikan, parenting, dan sosial. Beliau juga pimpinan Pesantren Baitul Ilmi Boyolali.

Dalam kajian tersebut, Ustaz Ery menyampaikan sebuah kisah tentang upaya memahami perilaku seorang santri yang mengalami berbagai kesulitan dalam mengendalikan perilakunya.

Ustaz Ery Prasetya
Ustaz Ery Prasetya menegaskan dampak sumber rezeki bagi anak

Beliau mengisahkan, suatu ketika seorang ustaz pengasuh santri datang kepadanya dan meminta agar seorang santri dipulangkan karena perilakunya sulit ditangani. Pengasuh merasa kewalahan menghadapi kondisi tersebut.

Santri tersebut terkadang tiba-tiba berteriak di tengah majelis, mengucapkan kata-kata kasar, memukul tanpa sebab, dan menunjukkan perilaku yang membuat orang-orang di sekitarnya kebingungan. 

Namun, Ustaz Ery tidak langsung mengambil keputusan untuk memulangkan santri itu. Beliau memilih menelusuri latar belakang dan kemungkinan penyebab perilakunya terlebih dahulu.

Ketika menemui orang tua santri tersebut, beliau mendapatkan informasi bahwa anak itu telah dipulangkan dari delapan pondok pesantren sebelumnya. Orang tuanya berharap pondok pesantren kesembilan dapat menjadi tempat bagi anak mereka untuk tetap belajar dan mendapatkan pembinaan.

Ustaz Ery kemudian mencoba menggali riwayat tumbuh kembang, kondisi fisik, dan berbagai faktor lain yang mungkin berkaitan dengan perilaku santri tersebut. Dalam penelusurannya, beliau belum menemukan penyebab yang dianggap cukup menjelaskan persoalan yang dihadapi anak itu.

Saat berkunjung ke rumah keluarga tersebut, beliau melihat sebuah kantor usaha simpan pinjam yang cukup megah di samping rumah. Kantor itu menggunakan nama sang anak. Setelah ditanyakan, ayah santri tersebut menjelaskan jenis usaha yang dijalankannya sekaligus menawarkan bantuan modal apabila suatu saat diperlukan.

Dari informasi mengenai usaha tersebut, Ustaz Ery menduga terdapat persoalan terkait transaksi yang mengandung unsur riba. Beliau kemudian mendiskusikan temuan itu dengan sejumlah rekannya untuk mendapatkan pandangan lebih lanjut.

Salah seorang rekan ustaz menyampaikan pengalaman mengenai kasus anak dengan persoalan perilaku yang juga ditemukan dalam keluarga dengan masalah sumber penghasilan. Pengalaman tersebut mendorong beliau untuk mempertimbangkan aspek kehalalan rezeki sebagai salah satu bahan introspeksi keluarga.

Ustaz Ery lalu berusaha menyampaikan nasihat kepada orang tua santri tersebut agar meninjau kembali usaha yang dijalankan. Pada awalnya, sang ayah mempertanyakan hubungan antara usahanya dan kondisi anaknya. Namun, setelah mendapatkan penjelasan, keluarga tersebut bersedia mempertimbangkan nasihat itu dan melakukan perbaikan.

Dalam kisah yang disampaikan di hadapan jemaah, Ustaz Ery menuturkan bahwa setelah keluarga tersebut memutuskan meninggalkan praktik usaha yang dinilai bermasalah dan melakukan tobat, beliau mengamati perkembangan perilaku santri itu.

Menurut pengamatan beliau, terdapat perubahan positif, termasuk dalam kebiasaan beribadah dan interaksinya dengan teman-teman. Santri itu jadi sering salat malam, menjadi muazin, dan perilaku baik lainnya.

Pesan yang ingin beliau tekankan, bahwa tanggung jawab mendidik anak tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik, pendidikan, dan pola asuh, tetapi juga mencakup ikhtiar mencari rezeki yang halal.

Orang tua perlu senantiasa melakukan introspeksi terhadap penghasilan dan transaksi yang dijalankan. Apabila terdapat sumber pendapatan yang meragukan atau bertentangan dengan syariat, hendaknya persoalan tersebut ditelusuri dan diperbaiki sesuai tuntunan agama.

Kehalalan rezeki adalah bagian penting dari ikhtiar membangun keluarga yang baik. Memperbaiki sumber penghasilan seiring dengan ikhtiar memperkuat pendidikan agama, merupakan bagian dari tanggung jawab orang tua dalam mengasuh dan mendidik anak.

Share This Article :
Wakhid Syamsudin

Berusaha menjadi orang bermanfaat pada sesama melalui tulisan. Saat ini mengelola blog Media An Nuur (www.media-annuur.com), Bicara Cara (www.bicaracara.my.id), dan blog pribadi (www.syamsa.my.id)

2907636960708278822