NqpdMaBaMqp7NWxdLWR6LWtbNmMkyCYhADAsx6J=

MASIGNCLEANLITE104

Pengobatan Tradisional dalam Perspektif Islam

MEDIA AN NUUR—Perkembangan dunia medis modern telah menghadirkan berbagai metode pengobatan yang canggih. Namun demikian, pengobatan tradisional tetap diminati oleh masyarakat karena dinilai alami, mudah dijangkau, dan telah digunakan secara turun-temurun.

Dalam Islam, beberapa metode dan bahan pengobatan tradisional bahkan disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur’an dan hadis. Di antara bahan alami yang dikenal memiliki manfaat kesehatan adalah madu yang disebut dalam Surah An-Nahl ayat 69 sebagai minuman yang di dalamnya terdapat obat bagi manusia.

Guntur Subiyantoro
Dokter Guntur menyampaikan tentang pengobatan tradisional 

Selain itu, Al-Qur’an juga menyebut zaitun (An-Nur: 35), kurma (Maryam: 25), jahe (Al-Insan: 17), buah tin (At-Tin: 1), dan pisang (Al-Waqi’ah: 29). Sementara dalam hadis, Rasulullah saw. juga menjelaskan keutamaan habatussauda (jintan hitam) sebagai salah satu obat yang memiliki banyak manfaat.

Salah satu teknik pengobatan yang secara jelas disebutkan dalam hadis adalah bekam (hijamah). Metode ini telah dikenal sejak ribuan tahun lalu dan tetap digunakan hingga sekarang. Bekam dilakukan dengan mengeluarkan darah kotor dari bagian tubuh tertentu dengan tujuan membantu menjaga kesehatan dan mengurangi berbagai keluhan penyakit.

Dalam praktiknya, pengobatan tradisional memiliki beragam bentuk, seperti konsumsi jamu dan minuman herbal, pijat atau urut tradisional, terapi bekam, pijat refleksi, serta akupunktur. Banyak di antara metode tersebut yang kini juga diteliti secara ilmiah dan terbukti memberikan manfaat kesehatan tertentu apabila dilakukan dengan benar.

Di masyarakat Jawa dikenal pula terapi kerokan sebagai cara mengatasi masuk angin dan pegal-pegal. Meskipun sering dianggap sekadar tradisi, sejumlah penelitian medis menunjukkan bahwa kerokan dapat membantu melancarkan peredaran darah, memberikan efek relaksasi, serta mengurangi rasa tidak nyaman pada tubuh.

Islam mengajarkan umatnya untuk berikhtiar mencari kesembuhan dengan cara yang halal dan tidak bertentangan dengan syariat. Pengobatan tradisional dapat menjadi salah satu pilihan ikhtiar, selama dilakukan secara aman, tidak mengandung unsur syirik, dan tetap mempertimbangkan petunjuk medis yang benar.

Pengajian Ahad Pagi, 13 September 2026 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kalisige Karakan Weru, bersama dr. H. Guntur Subiyantoro, M.Si. (PDM Sukoharjo)

Share This Article :
Wakhid Syamsudin

Berusaha menjadi orang bermanfaat pada sesama melalui tulisan. Saat ini mengelola blog Media An Nuur (www.media-annuur.com), Bicara Cara (www.bicaracara.my.id), dan blog pribadi (www.syamsa.my.id)

2907636960708278822