NqpdMaBaMqp7NWxdLWR6LWtbNmMkyCYhADAsx6J=

MASIGNCLEANLITE104

Menjadi Khairul Bariyah

MEDIA AN NUUR–Allah Swt. memberikan kedudukan yang sangat mulia kepada hamba-hamba-Nya yang mampu memadukan antara iman dan amal, bahkan menyebut mereka sebagai Khairul Bariyah atau sebaik-baik makhluk.

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَٰئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itulah sebaik-baik makhluk.” (QS. Al-Bayyinah: 7)

جَزَاؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۖ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ

“Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga-surga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Yang demikian itu bagi orang yang takut kepada Tuhannya.” (QS. Al-Bayyinah: 8)

Iman yang benar adalah iman yang dibangun di atas tauhid yang murni, sebagaimana diajarkan dalam Surah Al-Ikhlas. Seorang mukmin meyakini bahwa Allah Maha Esa, tempat bergantung segala makhluk, tidak beranak dan tidak diperanakkan, serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.

Ust. Arif Fahrudin
Ustaz Arif Fahrudin menyampaikan tentang Khairul Bariyah 

Keyakinan yang lurus tersebut tidak berhenti pada pengakuan dalam hati dan ucapan lisan, tetapi mendorong lahirnya amal saleh sebagai bukti ketaatan kepada Allah. Orang-orang yang memadukan kemurnian iman dan amal saleh mendapatkan kedudukan yang sangat mulia di sisi Allah, bahkan disebut sebagai Khairul Bariyah atau sebaik-baik makhluk.

Kemurnian tauhid mencakup tiga aspek yang saling berkaitan. Pertama, tauhid rububiyah, yaitu meyakini bahwa Allah semata yang menciptakan, memiliki, mengatur, dan memelihara seluruh alam semesta.

Kedua, tauhid uluhiyah, yaitu mengesakan Allah dalam segala bentuk ibadah, sehingga seluruh doa, harapan, rasa takut, cinta, dan penghambaan hanya ditujukan kepada-Nya. Ketiga, tauhid asma wa sifat, yaitu menetapkan nama-nama dan sifat-sifat Allah sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan sunah.

Ajaran tauhid juga tercermin dalam Surah Al-Fatihah. Setiap kali membacanya, seorang muslim seakan memperbarui ikrar tentang posisi Allah dalam hidupnya: mengakui Allah sebagai Rabb, mengesakan-Nya dalam ibadah, serta mengenal nama dan sifat-Nya. Karena itu, Al-Fatihah bukan sekadar bacaan dalam salat, tetapi juga pengingat akan tauhid dan ketundukan kita kepada Allah.

Mari kita jaga iman dengan tauhid yang benar dan membuktikannya melalui amal saleh. Semoga Allah membimbing kita untuk senantiasa taat, berbuat kebaikan, dan menjadi Khairul Bariyah—sebaik-baik makhluk yang diridai oleh Allah.

Kajian Subuh “Jumat Berkah” di Masjid An Nuur Sidowayah, 25 September 2026 bersama Ustaz Arif Fahrudin, S.Pd.I., Ketua Majelis Tarjih PCM Weru.

Share This Article :
Wakhid Syamsudin

Berusaha menjadi orang bermanfaat pada sesama melalui tulisan. Saat ini mengelola blog Media An Nuur (www.media-annuur.com), Bicara Cara (www.bicaracara.my.id), dan blog pribadi (www.syamsa.my.id)

2907636960708278822