MEDIA AN NUUR—Ibadah bukan sekadar rangkaian gerakan dan bacaan yang dilakukan untuk menggugurkan kewajiban. Dalam setiap ibadah, seorang Muslim dituntut menghadirkan hati.
Menghadirkan ketundukan, keikhlasan, dan kesadaran bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa melihat serta mengetahui keadaan dirinya. Kesadaran inilah yang berkaitan erat dengan makna ihsan.
![]() |
| Ustaz Danuri menerangkan makna ihsan |
Dalam Hadis Jibril, Malaikat Jibril bertanya kepada Rasulullah saw. tentang Islam, iman, ihsan, dan tanda-tanda Hari Kiamat. Ketika ditanya tentang ihsan, Rasulullah saw. menjawab:
أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ
“Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak dapat melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ihsan tidak hanya berkaitan dengan salat, tetapi mencakup seluruh bentuk ibadah kepada Allah. Salat, puasa, zakat, haji, membaca Al-Qur’an, berdoa, berdzikir, bersedekah, dan berbagai amal kebaikan lainnya.
Amalan itu hendaknya dilakukan dengan kesadaran bahwa Allah melihat kita. Ihsan berarti berusaha mempersembahkan ibadah dengan sebaik-baiknya, disertai keikhlasan dan merasa diawasi oleh Allah.
Dalam konteks salat, kesadaran tersebut mendorong kita untuk lebih memperhatikan bacaan dan gerakan, serta melaksanakannya dengan tuma’ninah dan khusyuk.
Kita tidak tergesa-gesa, tetapi memberikan hak kepada setiap gerakan dan bacaan dalam salat. Demikian pula dengan keikhlasan, yaitu melaksanakan salat semata-mata karena Allah dan mengharapkan keridaan-Nya.
Karena itu, ketika salat, kita tidak perlu membayangkan Allah berada di hadapan kita secara fisik. Yang perlu kita hadirkan adalah muraqabah, yaitu kesadaran bahwa Allah senantiasa melihat, mengetahui, dan mengawasi kita.
Kesadaran ini seharusnya tidak berhenti ketika kita selesai salat, tetapi dibawa dalam seluruh kehidupan dan seluruh ibadah kita. Menjadi bagian dari kesadaran diri tentang pengawasan Allah.
Dengan demikian, ihsan adalah kualitas yang semestinya menyertai seluruh ibadah seorang Muslim. Semakin kuat kesadaran bahwa Allah melihat kita, semakin besar dorongan untuk beribadah dengan ikhlas, tenang, sungguh-sungguh, dan berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap amal.
Pengajian malam Selasa, pada 28 September 2026, di Masjid An Nuur Sidowayah, dengan pemateri Ustaz H. Danuri, M.Ag., ketua ranting Muhammadiyah Ngreco.


