MEDIA AN NUUR—Rezeki adalah segala nikmat yang Allah berikan kepada hamba-Nya, baik berupa harta, kesehatan, ilmu, keluarga, maupun ketenangan hati. Islam mengajarkan bahwa rezeki berkaitan dengan usaha manusia, ketetapan Allah, rasa syukur, dan ketakwaan.
Konsep Rezeki
Karena itu, seorang muslim perlu memahami konsep rezeki dengan benar agar memiliki hati yang tenang, semangat berikhtiar, dan keyakinan yang kuat kepada Allah.
1. Rezeki yang Telah Ditetapkan
Allah telah menetapkan rezeki setiap makhluk sejak sebelum mereka dilahirkan. Tidak ada seorang pun yang dapat mengambil bagian rezeki orang lain, dan tidak ada pula yang mampu menghalangi rezeki yang memang telah Allah tetapkan untuk seseorang.
![]() |
| Ustaz M. Adha Alfarisi menyampaikan tentang konsep rezeki dalam Islam |
Keyakinan ini mengajarkan seorang muslim untuk tidak berlebihan dalam rasa khawatir terhadap masa depan dan tidak iri terhadap keberhasilan orang lain. Namun, keyakinan bahwa rezeki telah ditentukan bukan berarti seseorang boleh bermalas-malasan, karena Allah juga memerintahkan manusia untuk berusaha.
2. Rezeki yang Perlu Dijemput Melalui Ikhtiar
Allah menjadikan usaha sebagai salah satu sebab datangnya rezeki. Karena itu, manusia diperintahkan untuk bekerja, belajar, berdagang, bertani, dan melakukan berbagai aktivitas yang halal untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Rezeki memang telah ditetapkan, tetapi cara memperolehnya sering kali harus melalui ikhtiar yang sungguh-sungguh. Seorang muslim yang memahami hal ini akan menggabungkan antara usaha maksimal dan tawakal kepada Allah, tanpa hanya mengandalkan salah satunya.
3. Rezeki yang Ditambahkan karena Syukur
Selain rezeki yang telah diberikan, Allah juga menjanjikan tambahan nikmat bagi hamba-hamba-Nya yang bersyukur. Syukur bukan sekadar mengucapkan “Alhamdulillah”, tetapi juga menyadari bahwa semua nikmat berasal dari Allah dan menggunakannya untuk hal-hal yang diridai-Nya.
Orang yang bersyukur akan lebih mampu melihat banyaknya karunia Allah dalam hidupnya, sehingga hatinya dipenuhi rasa cukup. Melalui syukur, Allah menambah nikmat, keberkahan, dan berbagai kebaikan yang mungkin tidak disadari sebelumnya.
4. Rezeki yang Datang karena Ketakwaan
Ketakwaan merupakan salah satu sebab datangnya rezeki dan pertolongan Allah. Orang yang bertakwa berusaha menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya dalam seluruh aspek kehidupan.
Allah menjanjikan bahwa orang yang bertakwa akan diberi jalan keluar dari berbagai kesulitan dan diberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Karena itu, menjaga salat, berlaku jujur, menjauhi kemaksiatan, dan memperbaiki hubungan dengan Allah bukan hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi sebab datangnya keberkahan dan kemudahan dalam hidup.
Memahami konsep rezeki akan melahirkan sikap hidup yang seimbang. Seorang muslim meyakini bahwa rezeki telah ditetapkan oleh Allah, tetapi tetap rajin berikhtiar untuk menjemputnya. Senantiasa bersyukur agar nikmat bertambah dan menjaga ketakwaan agar memperoleh keberkahan serta rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka.
Kajian Ahad Pagi di Masjid Al Hidayah Sangen, Krajan, Weru pada 19 Juli 2026 bersama Ustaz Muhammad Adha Alfarisi, S.Psi., S.Pd., M.Psi., Psikolog.


