NqpdMaBaMqp7NWxdLWR6LWtbNmMkyCYhADAsx6J=

MASIGNCLEANLITE104

10 Wasiat Allah

MEDIA AN NUUR—Allah Swt. memberikan berbagai perintah dan larangan kepada jin dan manusia sebagai pedoman hidup. Perintah-perintah-Nya harus dilaksanakan dengan penuh ketaatan, sedangkan larangan-larangan-Nya wajib dijauhi agar manusia dan jin dapat meraih keselamatan, kebahagiaan, serta keridaan Allah di dunia dan akhirat.

Ustaz Fauzan
Ustaz Fauzan menyampaikan tentang Wasiat Sepuluh

Dalam Al-Qur’an, Allah menjelaskan sepuluh wasiat yang dikenal sebagai “Wasiat Sepuluh” (Al-Washaya Al-‘Asyr), yaitu pokok-pokok perintah dan larangan yang menjadi landasan akhlak mulia dan ketakwaan seorang Muslim. Wasiat-wasiat tersebut mencakup hubungan manusia dengan Allah, sesama manusia, serta tanggung jawab sosial yang harus dijalankan untuk meraih kebahagiaan di akhirat.

قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ ۖ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۖ وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ مِنْ إِمْلَاقٍ ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ ۖ وَلَا تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ ۖ وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ ۝١٥١ وَلا تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ حَتَّىٰ يَبْلُغَ أَشُدَّهُ ۖ وَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ ۖ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۖ وَإِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰ ۖ وَبِعَهْدِ اللَّهِ أَوْفُوا ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ ۝١٥٢ وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ ۝١٥٣

Katakanlah (Muhammad), “Marilah aku bacakan apa yang diharamkan Tuhanmu kepadamu: janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, berbuat baiklah kepada kedua orang tua, janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena kemiskinan. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka. Janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan keji, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), kecuali dengan alasan yang benar. Demikian itu Dia perintahkan kepadamu agar kamu mengerti. Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, sampai dia mencapai usia dewasa. Sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya. Apabila kamu berbicara, maka berbicaralah secara adil sekalipun terhadap kerabatmu. Dan penuhilah janji Allah. Demikian itu Dia perintahkan kepadamu agar kamu ingat. Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikian itu Dia perintahkan kepadamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-An‘am: 151–153).

Sepuluh Wasiat Allah dalam QS. Al-An‘am ayat 151–153 atau disebut Al-Washaya Al-'Asyr tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Tidak menyekutukan Allah (tidak berbuat syirik).
  2. Berbuat baik kepada kedua orang tua.
  3. Tidak membunuh anak karena takut miskin.
  4. Tidak mendekati perbuatan keji (fahisyah), baik yang tampak maupun yang tersembunyi.
  5. Tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah, kecuali dengan alasan yang benar.
  6. Tidak mendekati atau memakan harta anak yatim kecuali dengan cara yang baik dan bermanfaat.
  7. Menyempurnakan takaran dan timbangan dengan adil.
  8. Berlaku adil dalam perkataan dan persaksian, meskipun terhadap kerabat sendiri.
  9. Memenuhi janji dan perjanjian kepada Allah.
  10. Mengikuti jalan Allah yang lurus dan tidak mengikuti jalan-jalan lain yang menyesatkan.

Kesepuluh wasiat ini merupakan ringkasan prinsip akidah, ibadah, akhlak, dan muamalah yang menjadi pedoman hidup seorang Muslim untuk meraih ketakwaan kepada Allah Swt.

Dengan melaksanakan perintah-perintah tersebut dan menjauhi larangan-larangan-Nya, seorang Muslim akan memiliki akhlak yang mulia, kehidupan yang tertata, serta memperoleh ketakwaan dan keridaan Allah Swt. di dunia maupun di akhirat.

Gerakan Salat Subuh Berjemaah “Jumat Berkah” di Masjid An Nuur Sidowayah pada Jumat, 17 Juli 2026, dengan pemateri Ustaz Fauzan Abu Darda (pengajar di Ma'had Ittibaussunnah Tawang Weru)

Share This Article :
Wakhid Syamsudin

Berusaha menjadi orang bermanfaat pada sesama melalui tulisan. Saat ini mengelola blog Media An Nuur (www.media-annuur.com), Bicara Cara (www.bicaracara.my.id), dan blog pribadi (www.syamsa.my.id)

2907636960708278822