NqpdMaBaMqp7NWxdLWR6LWtbNmMkyCYhADAsx6J=

MASIGNCLEANLITE104

Muharam Sebagai Bulan Allah

MEDIA AN NUUR—Bulan Muharam memiliki kedudukan yang istimewa dalam Islam hingga disebut Syahrullah (bulan Allah). Penyandaran nama Muharam kepada Allah menunjukkan kemuliaan dan keagungan bulan ini dibandingkan bulan-bulan lainnya.

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharam, dan salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam.” (HR. Muslim)

Bulan Muharam
Ustaz Sulaiman menjelaskan tentang bulan Muharam 

Kaum muslimin dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh, menjauhi kemaksiatan, serta memanfaatkan bulan Muharam sebagai momentum untuk meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضَ مِنْهَاۤ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ

Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan Bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu.” (QS. At-Taubah: 36)

Empat bulan haram tersebut dijelaskan dalam hadis Nabi Saw., yaitu Zulkaidah, Zulhijah, Muharam, dan Rajab. Pada bulan-bulan haram seorang mukmin hendaknya lebih bersungguh-sungguh dalam ketaatan, memperbanyak amal saleh, dan menjauhi segala bentuk dosa.

Al-Qadhi Abu Ya'la rahimahullah menjelaskan bahwa bulan-bulan haram dinamakan demikian karena memiliki dua makna penting. Pertama, pada bulan-bulan tersebut diharamkan berbagai bentuk pembunuhan dan peperangan, bahkan tradisi ini telah dikenal oleh masyarakat Arab pada masa jahiliah.

Kedua, larangan melakukan perbuatan haram pada bulan-bulan tersebut lebih ditekankan dibanding bulan lainnya karena kemuliaannya. Sebaliknya, waktu itu juga menjadi kesempatan yang lebih utama untuk memperbanyak amal ketaatan dan kebajikan.

Sebagian masyarakat Jawa meyakini bahwa bulan Muharam (Sura) tidak baik untuk mengadakan hajatan, tetapi keyakinan ini tidak berasal dari ajaran Islam. Dalam Islam, Muharam justru merupakan bulan yang mulia, sehingga tidak ada larangan untuk mengadakan hajatan, pernikahan, atau kegiatan baik lainnya pada bulan tersebut.

Menyambut tahun baru Hijriah atau datangnya bulan Muharam tidak dilakukan dengan pesta dan kemeriahan sebagaimana kebiasaan banyak orang dalam perayaan tahun baru Masehi, tetapi dengan memperbanyak syukur, muhasabah, doa, tobat, dan meningkatkan amal saleh.

Pengajian Ahad Pagi, 21 Juni 2026 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Weru (Kalisige, Karakan, Weru) bersama Ustaz Sulaiman, S.Th.I.

Share This Article :
Wakhid Syamsudin

Berusaha menjadi orang bermanfaat pada sesama melalui tulisan. Saat ini mengelola blog Media An Nuur (www.media-annuur.com), Bicara Cara (www.bicaracara.my.id), dan blog pribadi (www.syamsa.my.id)

2907636960708278822