MEDIA AN NUUR—Salah satu amalan sunah yang sangat dianjurkan setelah berakhirnya bulan Ramadan adalah melaksanakan puasa selama enam hari di bulan Syawal, sebagai bentuk penyempurna ibadah sekaligus upaya menjaga semangat ketaatan yang telah dibangun selama Ramadan.
Kita akan lebih ringan dalam melaksanakan apa pun ketika memahami siapa yang memerintah, serta mengetahui tujuan dan motivasi di baliknya; sekalipun terasa berat, kita tetap akan menjalaninya dengan penuh kesungguhan. Demikian pula dengan perintah puasa Syawal, yang akan terasa lebih mudah dijalani ketika disadari nilai dan hikmah yang terkandung di dalamnya.
![]() |
| Ustaz Sutarto mengajak meneruskan amalan Ramadan di bulan Syawal |
Puasa enam hari di bulan Syawal diperintahkan Allah sebagai penyempurna ibadah puasa kita di bulan Ramadan. Dalam perhitungan pahala, satu bulan Ramadan bernilai seperti sepuluh bulan, sementara enam hari puasa di bulan Syawal setara dengan dua bulan. Dengan demikian, keduanya menjadi genap seperti berpuasa selama satu tahun penuh di sisi Allah.
Ù…َÙ†ْ صَامَ رَÙ…َضَانَ Ø«ُÙ…َّ Ø£َتْبَعَÙ‡ُ سِتًّا Ù…ِÙ†ْ Ø´َÙˆَّالٍ Ùƒَانَ ÙƒَصِÙŠَامِ الدَّÙ‡ْرِ
“Barang siapa berpuasa Ramadan kemudian mengikutkannya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim)
Selain melanjutkan ibadah puasa, kebaikan lain yang tak kalah penting untuk diteruskan adalah kebiasaan berinfak yang telah kita bangun selama bulan Ramadan, agar semangat berbagi dan kepedulian sosial tetap hidup dalam keseharian.
![]() |
| Jamaah Subuh di Sidowayah |
Infak yang dititipkan ke Masjid An Nuur Sidowayah digunakan untuk mendukung operasional serta pengembangan berbagai kegiatan dan program Takmir Masjid. Beragam aset yang dikelola, seperti Malam Muslim An Nuur, PAUD IT An Nuur, kebun wakaf, dan sumur dalam, tentu masih memerlukan perhatian dan pemeliharaan bersama agar terus memberikan manfaat bagi umat, khususnya warga Sidowayah.
Infak dan wakaf yang dilakukan secara berkelanjutan akan menjadi amal jariah, yakni amalan yang pahalanya terus mengalir meskipun seseorang telah tiada. Setiap manfaat yang dirasakan oleh orang lain dari harta yang kita titipkan akan terus menambah kebaikan di sisi Allah. Infak dan wakaf merupakan investasi akhirat yang tidak akan pernah merugi.
Kita patut mensyukuri bahwa di Sidowayah terdapat banyak aset milik umat yang berhasil dikelola secara bersama-sama. Semua itu dibangun dan dirawat dengan semangat kebersamaan, bahkan tanpa harus bergantung pada pengajuan proposal, melainkan mampu kita penuhi dan cukupi melalui gotong royong dan kepedulian bersama.
Mari kita menjaga amal dari kerusakan yang disebabkan oleh kebiasaan menyebut-nyebutnya, karena hal itu dapat mengurangi bahkan menghapus nilai keikhlasan. Kita juga harus menjauhi segala bentuk kesyirikan, karena ia dapat merusak seluruh amal yang telah kita lakukan.
![]() |
| Sarapan bersama |
Takmir menyampaikan apresiasi atas amanah yang diberikan oleh masyarakat ini. Semoga kepercayaan tersebut membawa keberkahan dan kebaikan yang luas bagi kita semua. Menjadi amal jariah yang terus mengalirkan pahala. Aamiin.
Materi Kajian Gerakan Subuh Berjamaah di Masjid An Nuur Sidowayah pada Jumat, 3 April 2026 bersama Ustaz Drs. Sutarto, M.Si. (Ketua Takmir Masjid An Nuur Sidowayah)




