NqpdMaBaMqp7NWxdLWR6LWtbNmMkyCYhADAsx6J=

MASIGNCLEANLITE104

Selepas Ramadan Sudah Takwa Belum? Ini Cirinya!

MEDIA AN NUUR–Kita sudah melewati bulan Ramadan. Bulan Ramadan mengajarkan kita untuk bertakwa, melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Kita dididik di bulan Ramadan untuk menjadi orang yang bertakwa.

Kajian remaja
Kajian remaja Sidowayah

Setelah puasa berlalu, apakah kita sudah menjadi orang bertakwa? Atau masih menjadi orang yang sering berbuat dosa? Coba kita cek diri sendiri. Allah Swt., menjelaskan ciri-ciri orang yang bertakwa dalam QS. Ali-Imran ayat 134 & 135.

ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلْكَٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ (١٣٤) وَٱلَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا۟ فَٰحِشَةً أَوْ ظَلَمُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا۟ ٱللَّهَ فَٱسْتَغْفَرُوا۟ لِذُنُوبِهِمْ ۖ وَمَن يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ إِلَّا ٱللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا۟ عَلَىٰ مَا فَعَلُوا۟ وَهُمْ يَعْلَمُونَ (١٣٥)

Al-Qur’anYaitu orang-orang yang berinfak baik di waktu lapang maupun sempit, yang menahan amarah dan memaafkan orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan. Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka segera mengingat Allah lalu memohon ampun atas dosa-dosanya—dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah?—dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosanya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali-Imran: 134-135:)

Ciri-Ciri Orang yang Bertakwa

1. Berinfak di Waktu Lapang dan Sempit

Orang yang bertakwa memiliki ciri dermawan di segala kondisi apa pun. Sebagai remaja, kita harus berusaha membentuk diri kita menjadi remaja yang bertakwa, bisa memulai dengan uang saku yang kita sisihkan untuk berinfak.

Berbagi juga tidak harus dengan uang, bisa dengan tenaga, waktu, dan perhatian. Membantu teman yang kesulitan belajar. Sedekah bukan dilihat dari nilainya, tapi dari keikhlasannya.

2. Orang yang Bisa Menahan Marah

Marah itu manusiawi, tapi meluapkannya tanpa kendali itu bisa merusak. Kita sebagai remaja harus belajar menahan amarah kita, supaya kita bisa menjadi orang yang bertakwa.

Kita tidak boleh berdebat dengan orang tua, apalagi menaikkan nada bicara kita dan melakukan hal yang tidak sepantasnya kita lakukan.

3. Orang yang Mudah Memaafkan

Ketika orang lain berbuat salah, kita harus bisa memaafkan dan jangan disimpan terlalu dalam karena akibatnya sangat berbahaya. Allah Swt. saja memaafkan hamba-Nya yang berbuat dosa, jadi kita sebagai hamba-Nya juga harus bisa memaafkan sesama.

4. Orang yang Segera Bertobat Apabila Melakukan Dosa

Orang yang bertakwa bukan orang yang tidak pernah salah, tapi mereka yang mau segera bertobat apabila melakukan dosa. Berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan buruk yang telah kita lakukan, jangan bangga dengan maksiat yang kita lakukan.

5. Orang yang Tidak Mengulangi Dosa dengan Sengaja

Jangan menjadikan dosa sebagai kebiasaan. Berbuat salah - tobat - berbuat salah - tobat itu tidak baik. Remaja bertakwa itu tetap baik dalam kondisi apa pun, bukan harus menjadi remaja yang sempurna, namun bisa melakukan hal-hal baik untuk menjadi orang yang bertakwa.

Semoga kita bisa membentuk diri menjadi remaja yang bertakwa. Karena sebaik-baik bekal ketika menghadap Allah kelak adalah ketakwaan. Tak ada yang tahu batas umur kita, maka tak ada alasan menunda ketakwaan karena merasa masih muda usia.

Kajian Remaja di Masjid An Nuur Sidowayah pada Ahad, 12 April 2026 bakda Isya. Pemateri: Pak Wakhid Syamsudin.

Reporter: Safira Ni'matul Ulya

Share This Article :
Wakhid Syamsudin

Berusaha menjadi orang bermanfaat pada sesama melalui tulisan. Saat ini mengelola blog Media An Nuur (www.media-annuur.com), Bicara Cara (www.bicaracara.my.id), dan blog pribadi (www.syamsa.my.id)

2907636960708278822