NqpdMaBaMqp7NWxdLWR6LWtbNmMkyCYhADAsx6J=

MASIGNCLEANLITE104

Rahmat Allah untuk Pendosa

MEDIA AN NUUR–Allah menegaskan bahwa manusia yang banyak berbuat dosa tidak boleh berputus asa dari rahmat-Nya. Meskipun seseorang pernah melampaui batas terhadap dirinya dengan maksiat, pintu taubat tetap terbuka selama ia kembali kepada Allah.

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53)

Rahmat Allah
Ustaz Ka'ab sampaikan bahwa rahmat Allah begitu luas

Allah memberi harapan besar bagi siapa saja yang pernah banyak berbuat dosa dan maksiat agar tidak berputus asa dari ampunan-Nya. Selama seseorang mau kembali kepada Allah dengan taubat yang sungguh-sungguh, Dia akan membuka pintu ampunan.

Namun, berharap pada rahmat Allah harus disertai dengan usaha untuk memperbaiki diri. Tidak cukup hanya berharap ampunan tanpa melakukan perbuatan yang mendukung, seperti melaksanakan perintah Allah, meninggalkan maksiat, memperbanyak ibadah, dan memperbaiki akhlak.

Rasulullah juga bersabda: “Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, maka ia akan masuk surga.” Dalam hadis lain disebutkan: “Allah mengharamkan neraka baginya.” (HR. Muslim)

Selain itu, Allah juga menegaskan kemurahan-Nya dalam memberikan balasan amal. Setiap kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya. Satu kebaikan akan dibalas sepuluh kali lipat bahkan lebih, sedangkan satu keburukan hanya dibalas satu keburukan saja.

Dalam hadis qudsi juga dijelaskan bahwa siapa yang mendekat kepada Allah dengan satu langkah, maka Allah akan mendekatinya dengan lebih besar lagi. Ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah dan betapa besar peluang bagi seorang hamba untuk mendapatkan ampunan dan kasih sayang-Nya.

Karena itu, seorang mukmin hendaknya selalu hidup di antara rasa takut terhadap dosa dan harapan akan rahmat Allah, sambil terus memperbaiki amal dan mendekatkan diri kepada-Nya. Terlebih pada bulan Ramadan seperti ini.

Kultum Tarawih di Masjid An Nuur Sidowayah pada Ahad, 8 Maret 2026 bersama Ustaz Ibnu Ka'ab, S.Pd.I. (guru MIN 5 Sukoharjo)

Share This Article :
Wakhid Syamsudin

Berusaha menjadi orang bermanfaat pada sesama melalui tulisan. Saat ini mengelola blog Media An Nuur (www.media-annuur.com), Bicara Cara (www.bicaracara.my.id), dan blog pribadi (www.syamsa.my.id)

2907636960708278822